SERANG, SSC – Sebanyak 1.388 warga Suku Baduy dalam dan luar kembali “Nyeker” ke Provinsi Banten. Mereka, datang ke Banten untuk melaksanakan prosesi adat para leluhur. Warga Suku Baduy Dalam dan Luar ini tiba di Banten pada Jumat (20/4/2018) kemarin. 

Sebelum tiba di Banten, para Suku Baduy ini, ini tetap berjalan “nyeker” tanpa alas kaki melewati sawah dan hutan, dari kampung adatnya menuju Pendopo Kabupaten Lebak dan. Para Suku Baduy ini, akan di tempatkan di Aula Pendopo Gubernur Lama dan akan disambut oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, Sabtu (21/4/2018) malam. 

Pada kunjunganya kali ini, seluruh Suku Baduy tetap mempertahankan leluhur sebelumnya. Di mana, mereka juga membawa hasil bumi yang di dapatnya dari hasil berladang. 

Baduy Dalam memikulnya dengan berjalan kaki sepanjang puluhan kilometer. Melewati sawah dan hutan, dari kampung adatnya menuju Pendopo Kabupaten Lebak.

Salah satu Suku Baduy Jaro Saidi Putra, jaro bagian adat, nantinya menyerahkan Laksa, atau saripati hasil terbaik alam, seperti beras, gula aren, hingga kacang-kacangan. Dalam hal ini juga, dirinya juga meminta agar Pemda dan pusat bisa menetapkan secara resmi desa adat tersebut. 

“Mudah-mudahan seluruh instansi, dari daerah dan pusat. Kami setiap kali melakukan rapat adat, kami belum pernah denger adanya penetapan suku adat. Semoga ke depannya ada,” kata Jaro Saidi Putra, di Pendopo Kabupaten Lebak, ujarnya.

Ia menambahkan, Penyelenggaraan upacara adat Seba digelar setelah Urang Kanekes melaksanakan Puasa Kawalu selama tiga bulan dan musim panen tiba. Selama tiga bulan itulah masyarakat luar dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam, yakni Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.

“Seba memiliki makna ketaatan dalam melaksanakan amanah leluhur, yang harus tetap dilakukan dalam keadaan apapun. Ketaatan dalam menjaga kelestarian alam, menghormati para leluhur hingga pimpinan, kata Jawo.

Jaro menjelaskan, ketaatannya terlihat dari pemberian hasil bumi Suku Baduy ke pemerintah di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten. Selain itu, mereka pun bersilaturahmi ke pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.

“Untuk beristirahat selama perjalanan sebelum kami tiba di Pendopo Gubernur, kami  menginap semalam di Pendopo Kabupaten Lebak, dengan hiburan wayang golek semalam suntuk. Keesokan harinya, kami akan melanjutkan perjalanan menuju Pendopo Lama Gubernur Banten, untuk melakukan Seba,” paparnya

Sebelum tiba di Provinsi Banten, ribuan Suku Baduy ini juga tak lupa untuk bersilaturahmi dengan pihak kecamatan, lalu di lanjutkan menuju Pendopo Kabupaten Lebak. (Ully/red) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here