20.1 C
New York
Rabu, Desember 17, 2025
BerandaPemerintahanInspektorat Cilegon Nilai Proyek Gagal Lelang Dilatarbelakangi Sejumlah Faktor

Inspektorat Cilegon Nilai Proyek Gagal Lelang Dilatarbelakangi Sejumlah Faktor

-

CILEGON –Gagalnya lelang sejumlah pekerjaan proyek di Pemerintah Kota Cilegon dilatarbelakangi oleh sejumlah faktor. Salah satunya, Pelaksanaan pekerjaan proyek dapat gagal dilaksanakan karena dipengaruhi faktor ekstenal sehingga mengakibatkan kinerja tidak tercapai.

Hal ini disampaikan Kepala Inspektorat Kota Cilegon, Epud Saefudin ketika diwawancara di kantornya, Rabu (26/9/2018).

“Pertama kan harus lihat dulu dari masing- masing OPD sesuai tidak skedule-nya dengan (masa proses) pelelangannya. Kemudian komponen pelelangan sudah siap belum. Ketika semua sudah siap diumumkan, disitu apakah ada yang terlewat atau tidak ada yang berminat? Kenyataannya, kemarin kalau tidak berminat, ya berarti, kita harus lihat dulu (faktor eksternal) itu,” ujarnya.

Selain faktor itu, menurut Epud, gagalnya lelang juga didasari oleh belum maksimalnya Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) yang dijalankan OPD. Menurutnya, SPIP tidak dapat berjalan maksimal bila seluruh pegawai di OPD mulai dari staf hingga tingkat pimpinan tidak bekerja secara bersinergi. Hal itu turut mendasari pekerjaan proyek yang dilaksanakan tidak tercapai sebagaimana mestinya.

“Ya seperti yang saya bilang tadi, SPIP itu sebetulnya adalah tanggungjawab daripada kepala OPD. Ketika kepala OPD mempersiapkan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan pekerjaan dan pertanggungjawaban, semua harus ada kendalinya. Kan berjenjang, dari kepala OPD, ke eselon III, eselon IV kemudian ke stafnya untuk semua bisa bersinergi. Kalau misalnya di diemin masing-masing, kita sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi,” paparnya.

Pelaksanaan SPIP yang dijadikan tolak ukur sebagaimana menjalankan pedoman dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini, diharapkannya, dapat dijalankan maksimal oleh seluruh OPD. Supaya pencapaian atas program yang dijalankan dapat tercapai dan tidak terjadi penyimpangan.

“Tujuan SPIP itu sendiri kan untuk meminimalisir (penyimpangan). Dengan begitu, program OPD dapat tercapai sebaik-baiknya dan tidak ada penyimpangan,” Pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -