CILEGON, SSC – Harga bawang di sebuah lapak di Pasar Kranggot, Kota Cilegon melonjak signifikan jelang menghadapi ibadah puasa Ramadan 2019. Harga bawang ini naik berkisar 40 hingga 50 persen.

Salah satu pedagang di Pasar Kranggot, Nurhayati mengatakan, harga bawang merah dan bawang putih yang dijualnya jelang ramadan mengalami peningkatan dari harga di hari biasanya. Untuk harga bawang putih per kilogram sebelumnya Rp 25.000, kini mencapai Rp40.000- Rp 45.000. sementara bawang merah sebelumnya Rp 30.000 saat ini mencapai Rp35.000-Rp40.000.

“Kenaikan ini sudah terjadi usai pemilu kemarin sampai saat ini menjelang Ramadhan. Naiknya cukup tinggi sekali Mba. Apalagi, imbas dari kenaikan ini, pelanggan mulai mengurangi pembeliannya yang biasa,” kata Nurhayati kepada Selatsunda.com,” Senin (29/4/2019).

Kenaikan ini, kata dia, tak hanya terjadi pada bawang merah dan bawang putih saja namun sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan. Seperti, cabai merah, tomat, telur dan bawang bombai.

“Memang harga bawang mengalami kenaikan, namun stok bawang masih aman dan terkendali,” tambahnya.

Ia berharap, agar pemerintah dapat mencari solusi terhadap kenaikan berbagai komoditas utamanya yang menyangkut sembilan bahan pokok (sembako). Sehingga tak berdampak buruk bagi pembeli maupun penjual.

“Saya sih minta Pak wali (Edi Ariadi,red) dapat mencari solusi atas kenaikan harga komoditi menjelang Ramadhan dan Lebaran,” harapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Disperindag Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawardana tak menampik adanya kenaikan harga disejumlah komoditi khususnya harga bawang merah dan bawang putih.

“Tadi pagi kita (Disperindag Cilegon,red) dengan Pak Kadis Perindag Provinsi Banten sudah sidak ke Pasar Kranggot. Emang benar terjadi kenaikan harga bawang merah dan bawang putih. Apalagi, untuk bawang putih ini kan impor tentunya harganya mahal. Untuk mengantisipasi kenaikan ini, kita (Disperindag,red) bakal melakukan OP (operasi pasar),” terang Dikrie.

Dikrie meminta agar pedagang menaikan harga tinggi terlebih saat ini akan memasuki bulan suci ramadan. Hal itu diminta agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Pokoknya kami minta pedagang jangan menaikan harga lebih tinggi. Kita kan upayakan jika kenaikan ini tidak terlalu tinggi. Apalagi, menjelang puasa,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here