CILEGON, SSC – Pemkot Cilegon melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) mengaku, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipromosikan dari staf ke eselon IV dan eselon IV ke eselon III l, berpeluang kecil. Pasalnya pada penggodokan rotasi dan mutasi kali ini, Baperjakat hanya memprioritaskan ASN UPT yang terkendala dampak demosi.

“Jadi untuk mutasi rotasi kali ini, kita (Baperjakat) hanya memprioritaskan pegawai eks UPT yang terkena demosi. Mohon maklum, kalau kemudian, Baperjakat mengalami sedikit kesulitan dalam penyelenggaraan mutasi dan rotasi ini,” kata Mahmudin saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (29/4/2019).

Mahmudin menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki, jumlah ASN di berbagai UPT yang terdampak demosi saat ini ada sekitar 56 orang. Diantaranya, eselon III sebanyak 3 orang di bagian Barang dan Jasa (Barjas), 11 ASN di bagian Kasubag TU di SMP, 8 Kepala UPT Puskesmas dan 2 ASN UPTD Data Kesos dan di UPT lainnya.

“Kan yang kosong ada 90 orang. Sedangkan total ASN yang terkena dampak demosi itu ada 56 orang. Nah, sisanya itu kemungkinan peluang ASN lain untuk naik jabatan itu sempit. Karena, kita (Baperjakat,red) hanya mengutamakan ASN yang terkena dampak demosi,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, Pemkot Cilegon hanya melakukan mutasi dan rotasi untuk staf, eselon III dan eselon IV. Sedangkan, untuk eselon II akan melakukan open bidding.

“Jadi kalau eselon II akan kita lakukan open bidding. Yang jelas, untuk saat ini baru dilakukan mutasi rotasi untuk staf, eselon IV dan eselon IV. Kalau eselon II nanti tergantung pimpinan (Walikota Cilegon), kapan membuka open bidding tersebut,” ungkapnya.

Terkait kapan mutasi dan rotasi dilaksanakan Mahmudin enggan memberikan keterangan lebih jauh. Kewenangan menetapkan itu ada pada tangan kepala daerah.

“Kalau kapan digelar mutasi rotasi itu tergantung pimpinan. Prinsipnya, Baperjakat harus menyiapkan formasi-formasinya,” tungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here