Jenazah Sahabudin, Salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tiba di rumah duka di Perumahan Griya Cilegon Blok C RT 003 RW 003, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Kamis (8/11/2018). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Jenazah Sahabudin (42), Salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tiba di rumah duka di Perumahan Griya Cilegon Blok C RT 003 RW  003, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu,  Kabupaten Serang, Kamis (8/11/2018).

Tampak di rumah duka, keluarga dan tetangga menungggu kedatangan jenazah. Terlihat juga papan bunga ucapan juga berjajar di halaman rumah duka. Jenazah  tiba pukul 00.00 WIB dengan menggunakan Ambulans Rumah Sakit Polri bernomor plat 1268-18. Saat tiba, peti jenazah langsung disambut rekan kerja istri korban dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten.

Rencananya, almarhum akan dimakamkan di kampung halaman di Kampung Ampel, RT 03 RW 01, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, hari ini. Sebelum dimakamkan,  jenazah akan disalatkan di Masjid Al Kautsar tak jauh dari rumah duka.

“Almarhum akan dimakamkan di Cikande,  disamping makam orangtuanya. Jadi sebelum dimakamkan, akan ada upacara, jenasah akan diserahkan dari Kementerian Kesehatan ke keluarga jam 10.00 WIB. Selanjutnya disalatkan di masjid disini dan setelah itu baru dibawa ke Cikande untuk dimakamkan,” ungkap Kakak ipar korban, Jiji Darji di rumah duka.

Sahabudin merupakan salah satu dari tiga orang warga asal Provinsi Banten yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). Sahabudin terakhir menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pangkal Pinang. Sahabudin meninggalkan istri, Rismayanti (43) dan tiga orang anak bernama Angga Purnama (17), Bintang Riratama (10) dan Anisa Raihana (6).(Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here