Alun-alun kota Cilegon saat malam hari (Foto Dok)

CILEGON, SSC – Alun-alun baru saja diresmikan pada Hari Ulang Tahun Kota Cilegon ke – 19, bulan april lalu. Namun mega proyek yang dibangun dengan konsep alun-alun megah yang menggunakan bantuan keuangan Provinsi Banten 2017 senilai Rp 23,8 miliar ini bukan tanpa keluhan dari pengunjung.

Sebagian masyarakat masih mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung sarana publik di eks lahan PT Krakatau Steel ini. Beberapa fasilitas yang dikeluhkan diantaranya masih minimnya penyediaan toilet, penyediaan sarana ibadah yang kecil dan air bersih yang belum tersedia untuk pengunjung.

Seperti yang diutarakan oleh pengunjung asal Kelurahan Rawa Arum, Santana. Ia mengatakan, fasilitas yang tersedia saat ini dinilai tidak sebanding dengan anggaran pembangunan Alun-alun yang digelontorkan.

“Minimnya fasilitas ini membuat kami (pengunjung) bingung. Sedangkan kan anggaran untuk pembangunan alun-alun ini tidak kecil. Contohnya aja, kaya fasilitas toilet yang kurang, sarana ibadah yang kecil hingga minimnya air bersih untuk pengunjung. Apalagi letak dari alun-alun ini pun berada di pusat perkotaan. Semestinya, dipikirkan keberpihakan untuk pengunjung yang datang ke alun-alun,” kata Santana kepada Selatsunda.com,” Rabu (7/11/2018).

Ia menjelaskan, jumlah fasilitas seperti toilet semestinya dapat ideal dengan jumlah pengunjung. Kondisi ini pun, dinilainya, membuat para pengunjung tidak lagi nyaman datang ke alun-alun.

“Perlu ditambah juga itu kamar mandi di setiap titik. Jadi, kalau banyak kan enggak harus antre panjang. Jadi kalau begini kan pengunjung pun nyaman berada di Alun-alun,” tambahnya.

Ia meminta agar Pemkot dapat memenuhi kebutuhan fasilitas tersebut. Bila perlu, fasilitas pendukung lainnya dapat juga disediakan untuk memikat pengunjung.

“Jangan hanya menghabiskan anggaran aja. Tapi, perlu dipikirkan juga fasilitas untuk pengunjung. Apalagi kan, saya baca di media, pihak Disperkim ini mau mempercantik Alun-alun, coba sih anggaran untuk mempercantik itu digunakan untuk menambah fasilitas lagi. Jadi, bisa dirasakan langsung untuk pengunjung,” ujarnya.

Sementara, pengunjung lainnya, Susi meminta agar pemerintah dapat memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan pengunjung baik toilet dan sarana ibadah. Ia meminta agar fasilitas  tempat berteduh untuk pengunjung dapat juga ditambahkan.

“Pokoknya air dan tempat ibadah dan toilet itu harus diutamakan. Sayang banget anggaran pembangunan alun-alun udah besar tapi tidak diikuti dengan fasilitas yang memadai,” ucap warga asal Kelurahan Purwakarta ini.

Salah satu pengunjung lain dari Ramanuju,  Amir meminta, agar Pemkot  dapat menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas (berkebutuhan khusus).

“Alun-alun ini kan bukan hanya dinikmati untuk masyarakat yang secara fisik normal saja, tidak masyarakat yang kekurangan pun memerlukan fasilitas ini. Saya sih berharap, pemerintah bisa memikirkan dan memperbaiki fasilitas yang ada bahkan menambah fasilitas untuk penyandang disabilitas,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahaan dan Permukiman (Disperkim) Cilegon Azis Setia Ade mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas yang belum terpenuhi di alun-alun. Keluhan yang disampaikan, lanjut Azis, akan dijadikan masukan bagi Disperkim membenahi alun-alun.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan masukan untuk alun-alun. Terkait keluhan warga mulai dari toilet yang kurang, mushola yang terlalu kecil, hingga minimnya air bersih serta tidak ada fasilitas untuk penyandang disabilitas secepatnya akan kita perbaiki,” ucap Azis.

Diakuinya, berbagai perbaikan fasilitas belum dapat terealisasi pada tahun ini.  Rencananya, fasilitas alun-alun akan dibenahi di tahun 2019.

“Kalau tahun ini enggak bisa. Mengingat anggaran di 2018 sudah berjalan. Kita akan optimalkan bisa dilakukan di 2019,” pungkas mantan Plt Diskominfo Cilegon ini. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here