20.1 C
New York
Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaPemerintahanKalibaru Gerem Terdampak Banjir, Ketua Komisi IV DPRD Cilegon Turun Lakukan Aksih...

Kalibaru Gerem Terdampak Banjir, Ketua Komisi IV DPRD Cilegon Turun Lakukan Aksih Bersih-bersih

-

CILEGON, SSC – Banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol tepatnya di Lingkungan Kalibaru menjadi perhatian serius Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Saeful Basri. Politisi PPP ini bersama dengan pihak Kecamatan Grogol, para lurah, perwakilan industri, TNI AL, serta tokoh masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih-bersih.

Saeful mengungkapkan, pihaknya bersama sejumlah elemen melakukan aksi bersih-bersih di Lingkungan Kalibaru karena lokasi tersebut menjadi titik banjir. Lokasi itu banjir penyebabnya karena terdapat sedimentasi dan saluran yang tidak berfungsi.

“Jadi kita dibantu oleh pemerintah setempat, TNI, dan juga masyarakat industri itu dilakukan di aliran kali yang berada di depan PT Statomer,” kata Basri kepada Selatsunda.com ditemui di lokasi, Selasa (1/7/2025).

Ia menjelaskan, jika penyebab utama wilayah tersebut banjir, yakni tidak berfungsinya saluran sehingga tidak bisa menampung derasnya air dari sungai.  Ia juga menyinggung, adanya sedimentasi, tumpukan sampah juga menjadi penyebab banjir di wilayah tersebut.

“Jadi saya coba komunikasi dengan Kepala Dinas PUPR Cilegon (Tubagus Dendi Rudiatna) agar bisa membantu normalisasi kali dengan bekerjasama dengan pihak industri. Keberadaan industri ini tentu harus dilakukan. Karena industri pun harus tanggung jawab terhadap banjir yang terjadi di sekitar lingkungan tersebut,” jelasnya.

Saeful Basri pun meminta kepala daerah Kota Cilegon untuk melakukan komunikasi dengan Provinsi Banten mengatasi masalah banjir tersebut. Mengigat wilayah tersebut berada dalam kewenangan provinsi.

“Nanti kita akan coba bangun komunikasi dengan Pak Wali dan Dinas PUPR Cilegon agar bisa berkomunikasi dengan provinsi agar persoalan banjir bisa diselesaikan. Mudah-mudahan kami (Komisi IV) pun akan melakukan komunikasi ke provinsi supaya nanti bisa dilakukan supaya efek positif sehingga tidak terjadi banjir kembali,” tegas Basri.

Ia menegaskan bahwa industri sekitar memiliki tanggung jawab dalam membantu menyelesaikan persoalan banjir.

“Termasuk dengan industri sekitar supaya ini menjadi industri bersama, karena tanggung jawab industri juga banjir di sekitar ini,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi saluran air kini mengalami pendangkalan cukup parah. Beberapa jalur air bahkan terhambat karena berada di kawasan industri.

“Kalau dulu zaman saya kecil kedalaman airnya sampai 2 meter, tapi kalau sekarang paling tinggal 1 meter. Sepanjang kali ini, dinding-dinding kali ada industri juga, makanya kita minta kerja samanya dengan industri sekitar untuk membantu kegiatan yang dampak positifnya untuk masyarakat sendiri,” ungkapnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2