CILEGON, SSC – Komplotan bajing loncat yang kerap beraksi mencuri muatan truk di kawasan industri Kota Cilegon diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon. Komplotan ini ditangkap setelah mencuri muatan komoditi gandum dan jagung ketika truk melintas di Kawasan Industri Krakatau Steel. Kawanan pelaku yang berhasil diringkus ini sempat viral di media sosial. Ketujuh pelaku ini berinisial SM, ST, IKM, AS, AW, R dan RY.

Kapolres Cilegon, AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, aksi kawanan pencuri muatan truk ini sudah meresahkan masyrakat. Mereka bahkan berani beraksi disiang bolong. Dari hasil curian, kata dia, petugas berhasil menyita barang bukti berupa tiga karung jagung, gandum dan 7 unit motor yang digunakan melancarkan aksi pelaku.

“Keberadaan kawanan bajing loncat ini cukup meresahkan. Di mana, pelaku ini tidak tanggung-tanggung beraksi pada siang hari. Mereka ini mencuri muatan barang yang berada di dalam truk,” kata Rizki saat saat menggelar Press Conference Tindak Pidana di Polres Cilegon, Jumat (28/6/2019).

Dalam menjalankan aksi, kata Kapolres, para pelaku terlebih dahulu mengintai truk yang akan menjadi target mereka. Saat truk melambat di kawasan industri, pelaku kemudian beraksi dengan cepat. Para pelaku mempunyai peran berbeda-beda. Ada yang berperan memanjat truk dari belakang dan mencuri muatan, sementara yang lain mengambil muatan dengan menggunakan motor ketik muatan dijatuhkan kejalan.

“Pelaku ini sangat lihai dalam menjalankan aksinya. Pelaku ini awalnya sudah mengintai truk yang sedang membawa barang bawaan dari belakang truk. Setelah dianggap aman, barulah satu persatu pelaku menaiki bak truk dengan cepat, palaku menurunkan karung jagung ke jalan, kemudian pelaku lainnya yang mengikuti dari belakang menggunakan sepeda motor langsung mengambil dan menjatuhkan karung tersebut. Pelaku yang lain pun ikut mengambil barang yang berada di dalam truk tersebut,” papar Rizki.

Menurut Rizki, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ketujuh pelaku ini, dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Sementara itu, salah satu pelaku bajing loncat, SH mengaku, sudah dua tahun menjalankan aksinya ini. Barang yang dicuri kemudian dijual ke pengepul.

“Sekitar 2 tahun lah. Sebelum mencuri, sebelumnya kita (pelaku) mengintai truk dari jalan. Ketika truk melaju lambat barulah kita curi muatan didalam truk tersebut. Barang curian ini langsung kami jual ke pengepul dengan harga Rp3 ribu,” tungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here