Suasana dan kondisi Kantor Kejaksaan Negeri Cilegon ketika dilintasi warga (Foto Dok)

CILEGON, SSC – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon saat ini tengah mendalami kasus raibnya mobil dinas (mobdis) anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Cilegon yang setelah dipinjam Mantan Anggota Fraksi Golkar, Andi Kurniyadi pada pertenggahan tahun lalu dari Babay Suhaemi.

Kasi Intel Kejari Cilegon, David Nababan mengaku, pihaknya tengah mencari informasi dari BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) terhadap hilangnya kendaraan dinas tersebut.

“Dari informasi yang kita dapatkan dari BKAD, kalau kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Setelah hasil dari kepolisian sudah kita dapatkan, barulah kita tahu awal dari kehilangan mobdis tersebut,” kata David kepada Selatsunda.com saat ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Kamis (18/10/2018).

Pendalaman itu, sambung David, turut menyangkut informasi mengenai mekanisme ganti rugi yang ditempuh dari aset ini.

“Kami telah mempertanyakan hal ini. Pertama, kita tanya proses kehilangan mobdis tersebut seperi apa? Bentuk ganti rugi yang harus dilakukan seperti apa. Atau harus dilakukan penghapusan aset?,” sambung David.

Bila seluruh data dan informasi telah dikantongi, kata David, pihaknya akan membahas lebih lanjut di internal Kejari.

“Yang penting, Kejari Cilegon dapat kronologis yang pasti dari BPKAD. Jika sudah, barulah tim akan rapatkan seperti apa mekanisme yang harus dilakukan sesuai dengan Undang-undang (UU) yang berlaku. Yang pasti, kasus hilangnya mobil dinas anggota DPRD ini, akan terus kita dalami,” kata David.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Cilegon Epud Saefudin  menolak memberikan keterangan terkait dengan tindak lanjut atas raibnya mobil dinas (mobdis) milik anggota DPRD ini.

“Udah beres semua,” ucap Epud seraya meninggalkan wartawan.

Terpisah, Kepala BPKAD Cilegon, Maman Mauludin mengaku telah menyarankan kepada dua anggota DPRD Cilegon untuk secepatnya menganti aset yang hilang tersebut dalam bentuk uang. Akan tetapi, hingga saat ini, kedua anggota DPRD ini juga belum memberikan ganti rugi aset yang hilang kepada pemerintah.

“Sebenarnya sudah saya sarankan untuk cepat diganti. Tapi hingga saat ini belum ada tindaklanjut dari kedua anggota dewan itu,” pungkas Maman. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here