Foto Ilustrasi (Sumber net)

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi mempersoalkan kecilnya kenaikan bantuan keuangan (bankeu) yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten untuk Kota Cilegon di 2020 mendatang. Sebab, pada 2020 mendatang, nilai bankeu yang diterima sebesar Rp 45 miliar atau hanya naik sekitar 5 persen dari 2019.

“Tahun lalu hanya Rp 40 miliar. Tahun depan Rp 45 miliar. Naiknya cuman Rp 5 miliar doang. Bagi saya sih kurang bantuan dari provinsi. Enggak cukup lah buat bangun JLU (Jalan Lingkar Utara) dan pembangunan lain yang kita sudah rencanakan,” kata Edi kepada awak media,” Rabu (27/11/2019).

Menurut Edi, semestinya kucuran bankeu untuk Pemkot Cilegon bisa dinaikan dua kali lipat dari tahun lalu. Karena selama ink sumbangsi Cilegon untuk Pemprov Banten terbilang besar.

“Maunya lebih 2x lipat daripada itu. Karena sumbangan dari Cilegon untuk provinsi lebih banyak dari kota/kabupaten lain,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh menyampaikan alasan berbeda mengapa nilai bankeu terbilang kecil. Menurutnya, kecilnya kenaikan bankeu ini karena buruknya komunikasi yang dilakukan oleh para wakil rakyat Perwakilan Kota Cilegon yang berada di DPRD Banten sehingga berakibat kecilnya bankue yang diterima.

“Berarti komunikasi yang dilakukan oleh wakil rakyat perwakilan Cilegon di DPRD Banten itu lupa terhadap warga Cilegon. Semestinya, itu jangan sampai terjadi. Wakil rakyat yang ada di DPRD Banten semestinya harus diperbaiki,” ujar Politisi Partai Demokrat.

Tak hanya itu, Rahmatulloh juga menilai, peran dari pemkot juga dinilai sangat kurang dalam melobi dan menjemput bola untuk mendongkrak nilai bankue tersebut.

“Semestinya kan Pemkot Cilegon harus lebih semangat dalam melobi dan menjemput bola ke provinsi. Ini hanya naik Rp 45 miliar aja di 2020 mendatang,” tungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here