Petugas KKP Banten menggelar sidak peredaran makanan kadaruarsa yang dijual di berbagai oulte di Pelabuhan Merak,” Rabu (15/5/2019). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – Sebanyak 4 kantong makanan yang diperjualbelikan di berbagai outlet di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon ditemukan tak layak konsumsi alias kadaluasa, Rabu (15/05/2019). Penemuan ini berdasarkan sidak makanan yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten.

Sidak makanan tak layak konsumsi oleh KKP Banten ini berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak dan PT ASDP Merak. Makanan tak layak konsumsi ini Langsung diamankan dan ditarik peredarannya oleh KKP Banten.

Kepala Seksi PRL pada KKP Banten, Ucup mengatakan, makanan kadarusasa yang ditarik peredarannya ini merupakan upaya KKP memberikan rasa aman kepada pemudik dari gangguan kesehatan ketika mudik melalui Pelabuhan Merak. Atas temuan ini, KKP hanya memberikan pembinaan kepada outlet yang menjual makanan tersebut.

“Dari hasil sidak yang kita temukan kali ini, ada 4 kantong makanan yang sudah kadaruasa yang disimpan di kantong pelastik sampah. Dalam sidak ini, kita tidak memberikan sanksi apapun namun hanya memberikan pembinaan saja. Adapun yang berhak memberikan sanksi semuanya kita serahkan ke pihak ASDP,” kata Ucup dikonfirmasi, Rabu (15/5/2019).

Untuk menekan peredaran makanan kadaruarsa ini, masih kata Ucup, pihaknya akan terus memeriksa seluruh makanan yang diperjualbelikan oleh pedagang di pelabuhan.

“Tentu akan kita kikis habis peredaran makanan kadaruarsa yang dijual belikan oleh pedagang,” tungkasnya.

Ia berharap, seluruh makanan yang diperjualbelikan oleh pedagang di Pelabuhan Merak ini dapat aman dikonsumsi. Sehingga pemudik dapat menyebrang tanpa masalah.

“Target kami sendiri itu, bagaimana makanan yang dijual oleh pedagang di Pelabuhan Merak aman dan sehat saat dikonsumsi. Karena, itu dulu yang kami fokuskan. Karena, kalau makanan tersebut kadaruasa otomatis akan menganggu para pemudik yang hendak menyebrang,” tandasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?