SERANG, SSC – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyebut penataan di Pasar Induk Rau (PIR) amburadul. Di mana, masih banyak ditemukan lapak-lapak yang berada di lantai bawah kosong sedangkan di lantai atas terisi oleh pedagang.

Hal ini terungkap saat anggota Komisi IV melakukan infeksi dadakan (sidak) ke Pasar Induk Rau (PIR), Jumat (25/5/2018) pagi.

Salah satu Anggota Komisi IV DPR RI Aribima menyayangkan tata kelola dan penataan di PIR acak-acara tak beraturan. Bahkan, kondisi pasar pun dinilai kumuh dan becek bahkan menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Saya menilai kondisi di PIR sangat memperhatikan. Apalagi, penataan pedagangnya amburadul. Di bawah lapak penuh tapi dibangian atas kosong. Semestinya sih atas terisi dilantai bawah juga terisi, gak seperti ini amburadul,” kata Aria Bima kepada wartawan usia sidak ke PIR.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Ia meminta, agar pihak Disperindagkop dan pemerintah bisa melakukan penataan ulang kondisi pasar agar lebih layak untuk dikunjungi oleh masyarakat.

“Haruslah ada perhatian dari pemerintah. Jangan sampai pemerintah justru diam saja dengan kondisi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kota Serang, Ahmad Banbela membenarkan jika pengelolaan di PIR amburadul.

“Tadi pa Aeng (selaku pengelola PIR) sudah menyampaikan, ambrulnya penataan PIR ini sebelumnya dibangun di lantai bawah, nah setelah dipasarkan rupanya banyak peminatnya, sehingga dibagian atas kosong. Semestinya sih harus penuh tapi begitulah jadinya,” kilahnya. (Ully/red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini