Ketua KONI Kota Cilegon, Abdul Salam Salim. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon, Abdul Salam Salim melakukan evaluasi dan sidak ke sejumlah cabang olahraga (cabor) yang dibinanya selama beberapa bulan terakhir. Evaluasi dan sidak bersama dengan Tim Bimpres (Bidang Pembinaan Prestasi) ini ditemukan sedikitnya 8 cabor terindikasi berkegiatan fiktif.

Ketua KONI Kota Cilegon Abdul Salam Salim menyatakan, kedelapan cabor yang berkegiatan fiktif diantaranya, bola tangan, gulat, tenis lapangan, bridge, catur, woodboll, cricket dan bulu tangkis. Selain berkegiatan fiktif, ia menyebut dari cabor tersebut tidak terdapat atlet ataupun pengurus.

“Saya bersama tim saat melakukan monitoring pada 29 September 2021 lalu, berhasil menemukan ada 8 cabor fiktif. Dimana, waktu saya sidak ada atlet tengah berlatih tapi pengurus dan pelatih sama sekali tidak ada. Ada lagi, saat cabor ini kasih jadwal kegiatan ke kami, tapi saat kami sidak, sama sekali tidak latihan,” kata Salam kepada Selatsunda.com di kantornya, Belum lama ini.

Baca juga  Pemkab Serang Bongkar Tujuh THM di JLS Cilegon

Salam menegaskan, dia selama memimpin KONI Kota Cilegon selalu adil mengucurkan anggaran kepada cabor dengan dana hibah Pemkot Cilegon. Setiap cabor memperoleh kucuran anggaran kisaran antara Rp 50 juta hingga Rp 150 juta per tahun. Semestinya anggaran yang diberikan dapat digunakan untuk pembinaan bukan malah sebaliknya seperti yang saat ini ditemukan.

“Saya tidak akan main-main dalam hal ini. Kita (KONI) telah diberikan anggaran oleh pemerintah melalui uang rakyat cukup besar. Semestinya, mereka (cabor) bisa hasilkan prestasi. Bukan seperti ini. Jangan salahkan saya jika mereka ini tidak saya kasih kucurkan anggaran,” tegas Salam.

Ia sangat menyayangkan dengan adanya temuan tersebut. Apalagi tahun depan atlet di Banten termasuk Cilegon akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Banten. Ia tidak mengharapkan, keiktusertaan cabor Cilegon di Porprov Banten hanya sekedarnya namun harus mempertanggung jawabkan dengan sebuah prestasi.

Baca juga  Mobilitas Kerja Tinggi, Anggota Dewan di Cilegon Berpotensi Terserang Penyakit Jantung dan Kolesterol

“Saya cukup tegas dalam hal ini. Apalagi 2022 mendatang kita menghadapi kompetisi Porprov (Pekan Olahraga Provinsi). Kalau cabor paksakan ikut Porprov, mereka harus MoU (Memorandum Of Understanding) dengan saya jika mereka siap bertanding dan bawa prestasi untuk Kota Cilegon. Jangan hanya makan tidur saja tapi gak ada prestasi sama sekali,” bebernya.

Mengenai nasib delapan cabor yang berkegiatan fiktif, Salam mengaku akan mengambil keputusan tegas dengan menonaktifkan cabor tersebut.

“Ini keputusan ketua umum dalam hal ini saya pribadi. Ingat, jangan hanya ongkang-ongkang kaki saja sama saja kalian berbohong,” pungkasnya. (Ully/Red)