Suasana Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Kerawanan Pilkada di Kota Cilegon tergolong tinggi dibanding 3 kota/kabupaten lain di Provinsi Banten. Ini berdasarkan data indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 Provinsi Banten yang dilansir Bawaslu Banten. Kota Cilegon secara konteks politik berada pada urutan tertinggi dibandingkan kota/kabupaten lain yakni, 66,67 persen. Untuk Kabupaten Pandeglang sebesar 61,64 persen. Selanjutnya, Kota Tangerang Selatan dengan nilai 46,54 persen dan Kabupaten Serang sebanyak 41,54 persen.

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga pada Bawaslu Banten Nuryati Solapari menjelaskan, salah satu penyebab utama tingkat kerawanan di Cilegon tertinggi karena ada 3 calon perseorangan yang ikut kontestasi pemilu. Ketiga calon perseorangan ini dianggap berpotensi munculnya sengketa saat di penyelenggaran pilkada.

Baca juga  Sulit Belajar Dirumah, Dindik Serang Siapkan Program Klinik Belajar di Sekolah

“Kalau dilihat dari daerah yang lain yang menggelar pilkada, justru Kota Cilegon yang paling banyak calon perseoranganya. Dan ada 3 bacalon juga dari jalur partai politik,” kata Nuryati dikonfirmasi, Rabu (8/7/2020).

Selain calon dari jalur perorangan, kerawanan juga berpontensi tinggi pada pasangan jalur partai politik. Begitu juga potensi lainnya seperti sengketa, isu-isu lain seputar pilkada pun menambah kerawanan tersebut.

“Indikator-indikator yang membentuk dimensi kerawanan di Cilegon itu banyak. Selain potensi sengketa, ada juga yang menyebarkan hoax, sara, netralitas ASN, hingga kepada keberpihakan penyelenggara pemilu,” jelasnya.

IKP sendiri, lanjut Nuryati, dimunculkan agar kabupaten/kota yang menggelar Pilkada bisa lebih waspada dan berhati-hati terhadap kondisi kerawanan di pilkada tersebut.

Baca juga  Sering Dijadikan Tempat Prostitusi, Kios di Pasar Kepandean Serang Ditata Ulang

“Jadi ini bentuknya peringatan di masing-masing daerah untuk lebih berhati-hati dalam kondisi kerawanan politik ini. Apalagi, pandemi Covid-19 belum selesai dan itu yang musti lebih diantisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana meminta agar semua pihak bisa mengkondusifkan dan menyejukan situasi saat penyelenggaraan pilkada berlangsung. Ini dilakukan, agar saat penyelenggaran pilkada di Cilegon dpaat berjalan dengan baik.

“Saya sudah sampaikan kepada semua pihak, jika prinsipnya Polres Cilegon akan memberikan masukan apabila terjadi kendala saat penyelenggaran pilkada berlangsung,” pungkasnya. (Ully/Red)