Suasana dan kondisi salah satu Ruang Terbuka Hijau di Cilegon yang dikunjungi warga. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengaku masih kesulitan mengupayakan Kota Cilegon meraih Kota Layak Anak (KLA) Tingkat Madya. Alasannya, masih ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum bisa diajak bekerjasama mewujudkan predikat bergengsi tersebut.

Berbagai hal yang mendasari sulitnya menaikan peringkat KLA dari Pratama ke Madya, kata dia, diantaranya menyangkut tentang belum tersedianya sarana dan prasarana memadai. Selain itu, fasilitas taman anak yang ada dinilai kerap disalah gunakan dan jauh dari pengawasan dinas terkait.

“Ada beberapa OPD yang justru sulit diajak kerjasama dan perduli terhadap predikat kota layak anak yang akan kita (DP3AKB) ingin incar tersebut. Seperti di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk masalah insfrastruktur yang hingga saat ini belum dibenahi. Selain itu,  Dinas Satpol PP dan Linmas yang hingga saat ini masih kecolongan terhadap taman-taman kota yang salah fungsikan jadi taman mesum serta masalah videotron iklan rokok yang berada di Taman Layak Anak dan Taman Simpang,” kata Heni kepada Selatsunda.com, Senin (17/6/2019).

Ia mengaku, akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan OPD untuk mewujudkan predikat itu. Bila perlu program yang dibuat OPD dalam mendukung perlindungan anak disarankan dapat menjadi salah satu program prioritas.

“Oh tentu kita (DP3AKB,red) tidak akan pernah meminta kepada kedua belah pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan Kota Layak Anak tersebut. Begitu juga untuk dinas-dinas lain bisa mengalokasikan anggaran yang ada untuk mewujudkan Kota Layak Anak,” aku Heni.

Sejauh ini untuk naik peringkat, kata dia, tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan turun melakukan verifikasi. Rencananya, tim Kemen PPPA akan ke Cilegon pasca Lebaran.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah menyusun berbagai langkah persiapan mewujudkan Cilegon agar bisa naik predikat KLA bahkan mempertahankannya. Ia berharap, OPD dapat sepenuhnya mendukung upaya yang dilakukan agar Cilegon bisa menerima penghargaan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Informasinya, habis lebaran ini. Tapi, belum ada informasi lebih jelas lagi. Jadi nanti setelah dilakukan penilaian oleh tim verifikasi, hasil dari penilaian ini akan diumumkan pada 23 Juli 2019 yang rencana digelar di Makassar,” jelasnya.

“Jadi banyak hal yang dinilai oleh tim verikasi dari pihak kementerian. Kita harus mempersiapkan benar-benar tim verfikasi datang ke Cilegon,” ucapnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?