20.1 C
New York
Sabtu, April 18, 2026
BerandaPeristiwaKunjungi Pabrik Alat Penangkap Ikan di Cikande, Menteri KKP Edhy Prabowo Janji...

Kunjungi Pabrik Alat Penangkap Ikan di Cikande, Menteri KKP Edhy Prabowo Janji Akan Bantu Nelayan

-

SERANG, SSC – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mengembangkan teknologi pendeteksi dan pencari ikan untuk memenuhi kebutuhan nelayan di Indonesia. Saat ini, KPP bersama perguruan tinggi Unpad dan PT Unggul Cipta Teknologi (UCT) sedang mengembangkan teknolihlgi yang dinamai alat smart fishing.

Menteri KKP, Edhy Prabowo dalam kunjungannya di pabrik PT Unggul Cipta Teknologi (UCT) di Kawasan Industri Modern, Cikande, Kabupaten Serang mengatakan, pihaknya dengan pengembangan teknologi tersebut tengah memikirkan agar alat smart fishing dapat dimiki masyarakat. Alat dengan
yang memiliki keunggulan berkomunikasi dua arah sejauh 75km, GPS, kelistrikannya menggunakan tenaga matahari, tombol keselamatan hingga bisa mengetahui keberadaan ikan, tengah diuji coba.

“Saya pikir nelayan tidak harus beli, nanti kita pikirkan bagaimana cara nelayan mendapatkannya. Kita akan beli, kita akan bagikan ke nelayan. Basis teknologinya dalam negeri, teknologinya bekerjasama dengan KKP dan sudah di uji coba,” ungkapnya, Kamis (25/06/2020).

Ia menyatakan, smart fishing jika nanti sudah siap pakai diharapkan dapat menekan biaya produksi nelayan dengan mempercepat penemuan lokasi berkumpulnya ikan, kemudian menangkapnya dalam jumlah besar.

Nelayan, katab Edhy, tidak lagi perlu khawatir jika terjadi mati mesin ditengah laut karena bisa mengoperasikan tombol darurat dan bisa terbaca oleh kapal lainnya. Sehingga cepat mendapat pertolongan.

“Sudah di uji dibeberapa tempat, bekerjasama dengan perguruan tinggi, salah satu nya Unpad. Bisa disampaikan ke nelayan, bahwa ada jaminan keamanan yang pasti, bagaimana mencari ikan, bagaiaman keamanan di laut. Dengan teknologi ini agar nelayan tidak kehilangan arah saat di laut atau terombang ambing saat mati mesin,” tuturnya.

Sementara, Manager Research and Development (RnD) PT UCT, Rudi Sahal mengatakan, saat ini pabrik baru bisa memproduksi sebanyak seribu unit dalam satu bulan. Jika sudah ada pangsa pasar maka jumlah produksi smart fishing bisa ditingkatkan.

Rudi mengklaim alat yang diproduksi bersama dengan KKP itu memiliki akurasi membaca keberadaan ikan mencapai 100 persen. Kemudian, alat komunikasinya tidak menggunakan satelit yang berbiaya mahal, melainkan dengan frekuensi radio. Alat diperkirakan untuk dijual perunit Rp 15 juta, lebih murah dibanding apat yang sama sebesar Rp 50 juta.

“Sementara satu bulan kita bisa produksi seribu. Kita salurkan ke pemerintah, kita kerjasama dengan pemerintah sehingga kita bisa bantu nelayan. Akurasinya selalu tepat, setiap nelayan kesana, selalu ada ikan. Ketika nelayan itu menuju titik tersebut, kita juga tahu nelayan menuju koordinat itu,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini