20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPemerintahanLelang Proyek Mandek, Walikota Cilegon Pertanyakan Kinerja OPD

Lelang Proyek Mandek, Walikota Cilegon Pertanyakan Kinerja OPD

-

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Edi Ariadi rupanya harus menahan amarah terhadap kinerja anak buahnya dalam rapat optimalisasi kegiatan pembangunan 2019 di ruang rapat Walikota Cilegon, Senin (1/4/2019). Pasalnya, sampai pada triwulan I 2019, berbagai lelang proyek mandek. Ia langsung meminta mempertanyakannya dan meminta penjelasan ke OPD mengenai proyek – proyek yang belum berjalan itu.

Turut hadir dalam rapat tertutup ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati, Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Syafrudin, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Azis Setia Ade Putera, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Muhtar Gozali, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Andi Affandi, Kepala Dinas Kesehatan, dr Arriadna (Dinkes).

“Saya kumpulkan mereka (Kepala Dinas,red) untuk mengevaluasi sejauh mana mereka bekerja. Saya pingin ngegas nih. Sudah sejauh mana kerjaanya? Hambatannya apa? Kelambatan lelang dan sebagainya. Solusinya harus cepet jangan lambat-lambat,” kata Edi kepada awak media usai rapat, Senin (1/4/2019).

Menurut orang nomor satu di Cilegon ini menuturkan, proyek yang mandek tersandung pada kontrak payung yang dipersyaratkan oleh BPBJP Cilegon. ia meminta agar kontrak payung tidak lagi dipergunakan. Ia pun meminta antara BPBJP dan OPD dapat membangun komunikasi dengan baik.

“Solusinya harus cepat. Komunikasi antara Barjas dan OPD harus dilakukan. Untuk kontrak payung itu gak usah, jalan aja. Untuk LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,red) itu urusan Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJP),” ujarnya.

Terpisah, Kepala BPBJP Cilegon, Syafrudin mengungkapkan, baru 30 paket yang telah dilelangkan oleh pihaknya pada triwulan I 2019.

“Kalau dilihat presentasinya baru 25 persen yang sudah kita lelangkan. Dan berdasarkan rencana umum pengadaan, ada sekira lebih dari 100 paket yang harus dilelangkan. Di data RUP itu 120-an paketnya,” tuturnya.

Menurutnya, Pemkot Cilegon awalnya menargetkan pada triwulan II sudah tidak ada lagi lelang pekerjaan pengadaan baik fisik maupun non fisik. Pada triwulan ini seharusnya sudah mulai dilaksanakan pengerjaan. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini