CILEGON, SSC – Masker medis makin langka di pasaran akibat Virus Corona. Masyarakat pun mulai mencari alternatif dengan masker kain. Kondisi ini pun dimanfaatkan pelaku usaha untuk membuka peluang bisnis.
Salah satu desainer asal Kota Cilegon, Nike Akhsaniyati Kholisoh mulai membuat masker kain bercorak motif batik. Pemilik Butik Nikhol Fashion mengatakan, ide membuat masker batik ini dilakoni sejak masker medis sudah mulai sulit dicari. Apalagi harganya pun di apotik terbilang tinggi.
“Karena kondisi pandemik virus corona masih terus menelan korban di tambah lagi stok masker langka, jadi saya putuskan untuk mendesain masker dengan bahan berbagai jenis batik dari berbagai daerah,” kata Nike kepada Selatsunda.com saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2020).
Ia menambahkan, masker batik yang di produksinya berbeda dengan masker kain lain yang banyak beredar di masyarakat. Produk dengan motif kain batik memiliki ciri khas daerah.
Ia menjelaskan, masker yang diproduksi tidak membutuhkan waktu lama. Dalam sehari, ia bisa memproduksi hingga 10 lusin.
“Manfaatnya mengurangi ketergantungan pada masker medis yang saat ini susah didapat. Menjadi bagian solusi untuk turut mencegah penyebaran virus Covid-19,” tambahnya.
Menurutnya, penjualan masker batik bukan hanya dari kalangan masyarakat Kota Cilegon melainkan sudah merambah dari Tangerang, Jakarta hingga Arab Saudi. Masker biasanya dipesan untuk kegiatan donasi.
“Peminatnya dari kalangan umum, remaja dan dewasa. Kalau harga cukup komparatif tidak buat kantong jebol,” ujarnya.
Ia menyakini masker berbahan batik ini mampu memudahkan masyarakat dalam mendapatkan masker di tengah pandemik virus corona.
“Semoga dengan adanya inovasi ini tidak hanya momentum seperti sekarang mewabahnya Virus Corona, tapi juga diproduksi jangka panjang. Karena penggunaan masker juga termasuk menjaga kesehatan sekaligus melindungi orang sakit agar tidak menularkan kepada yang sehat. Yang terpenting harus sesuai standar ketentuan,” pungkasnya. (Ully/Red)

