Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Nunung Saefuddin memberikan santunan kepada anak yatim saat di SKI Cilegon, Minggu (26/5/2019). Foto Ronald/Selatunda.com

CILEGON, SSC – Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten akan fokus melakukan konsentrasi pengamanan pemudik Angkutan Hari Lebaran 2019 di Pelabuhan Merak. Selain itu pengamanan pemudik juga akan fokus pada penyeberangan rakyat di pulau-pulau terluar yang ada di Banten.

“Sasaran kegiatan kita yaitu pelabuhan penyeberangan. Pelabuhan penyeberangan ini kan tidak hanya Merak, ada pelabuhan seperti di karangantu yang kepulau tunda. Penyeberangan yang di Pulau Panjang itu di back up dari Bojonegara. dan ada pula yang dari Sangiang, itu di back up dari Anyer,” ujar Dirpolairud Banten, Kombes Pol Nunung Saefuddin usai memberi santunan kepada anak yatim saat kegiatan Buka Puasa Bersama Keluarga Besat Ditpolairud Polda Banten di Gedung Serbaguna SKI Cilegon, Minggu (26/5/2019).

Mengenai pengamanan di Pelabuhan Merak, kata Dirpolair, hal itu diprioritaskan karena diprediksi pada puncak mudik nanti akan terjadi lonjakan penumpang. Untuk itu, Ditpolair akan membantu Polda Banten mengantisipasi pengamanan.

“Antensi terutama yang mem-back up di dermaga pelabuhan merak. Karena pasti ada lonjakan penumpang yang cukup signifikan. Kita juga membantu Polda, kita buat posko disana selain posko gabungan, disana juga ada posko sendiri, posko Polair,” paparnya.

Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Nunung Saefuddin di wawancara

Prioritas lain, kata dia, turut menyangkut pengamanan di penyeberangan-penyeberangan tradisional di sejumlah pulau di Banten. Menurutnya, mudik lewat penyeberangan rakyat dengan menggunakan kapal nelayan memiliki potensi kecelakaan laut yang tinggi maka dari itu perlu diantisipasi.

“Menurut kami resiko laka itu justru banyak terjadi di dermaga kecil, karena pengawasannya kurang. Terus mereka kan kapalnya masih kapal kayu, dan muatannya berlebihan. Termasuk di wilayah Tangerang, Cituis yang kita antisipasi,” tandasnya.

Ia mengatakan, agar masyarakat dapat memperhatikan imbauan yang disampaikan saat mudik. Begitu juga pemilik kapal tradisional agar dapat menyiapkan alat keselamatan untuk penumpang secara memadai.

“Khususnya pengguna jasa angkutan laut, yang menggunakan kapal-kapal kayu harus menggunakan pelampung. Kita tidak tahu cuaca di luar bagaimana, karena resiko kecelakaan itu tadi yang sering terjadi kapal-kapal ini. Pemilik kapal sudah kita tekankan untuk mrnyiapkan pelampung itu yang kedua tidak melebihi muatan, banrang bawaan yang dibawa harus diperhatikan,” tegasnya.

Diketahui, Ditpolairud Banten menyiapkan 16 kapal patroli untuk pengamanan mudik di Wilayah Perairan Banten. Dua kapal patroli diantaranya didatangkan dari Mabes Polri untuk membantu antisipasi pemudik. Pasca mudik, Ditpolair akan berkonsentrasi pada pengamanan pengunjung atau wisatawan obyek wisata pantai baik di wilayah Anyer, Carita dan sekitarnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?