Wakil Walikota Serang Subadri Ushuluddin inspeksi mendadak (Sidak) ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 23, Kota Serang mrnyikapi laporan jual beli LKS, Sabtu (5/10/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC- Akun pribadi Wakil Walikota Serang Subadri Ushuluddin langsung ramai postingan komentar wali murid setelah mencuatnya pemberitaan murid diwajibkan membeli LKS. Hal itu membuat orang nomor dua di Kota Serang ini langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 23 Kota Serang di Jalan Raya Dalung – Gelam, Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Sabtu (5/10/2019).

Subadri datang ke SMPN 23 sekitar pukul 11.00 wib. Kedatangan Wakil Walikota disambut oleh para murid dan Kepala Sekolah (Kepsek) Deni Sobari. Namun Kepsek tampak terpaku melihat pimpinannya datang mendadak.

Dalam pertemuan itu, Subadri tak lama-lama dan langsung mengkonfirmasi kebenaran praktik jual beli LKS. Kepsek Deni Sobari pun tidak mengelak yang ditanyakan pimpinannya dan menjelaskan bahwa yang dilakukan hanya bermaksud membantu demi meringankan beban murid. Subadri yang mendengar itu langsung menegur Kepsek.

“Kalau ada kendala lebih baik bilang ke Dinas, jangan mengambil kesimpulan sendiri. Ini Kota Serang loh, tujuannya boleh bener untuk membantu murid, tapi ini tetap melanggar, Bapak tetap menyalahi prosedur,” ujar Subadri saat di ruangan Kepsek.

Subadri menerangkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tidak diperbolehkan memungut apapun kepada siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan SMPN di Wilayah Kota Serang salah satunya LKS yang menjadi bahan ajar sekolah.

“Saya tadi ngomong apapun dalih dan niatnya tetap niatan yang salah, karena di Kota Serang sudah menggratiskan wajib belajar 9 tahun,” paparnya.

Selama ini, kata Subadri, anggaran menyangkut operasional sekolah sudah di fasilitasi oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sehingga, tidak ada alasan lagi sekolah memungut biaya kepada murid.

Ia mengimbau agar seluruh sekolah di Serang baik SD dan SMP dapat mengikuti aturan yang berlaku. Bila masih ada yang melanggar, dia meminta wali murid dapat langsung melaporkan kepada pihaknya.

“Disamping sudah ada amanah Undang-undang dan Perda, maka saya mengimbau wali murid agar berkoordinasi dengan pihak sekolah serta dinas, sehingga kejadian seperti yang kurang bagus ini tidak terjadi di Kota Serang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepsek SMPN 23, Deni Sobari tidak berkomentar banyak soal jual beli LKS ditempatnya.

“Sudah cukup sama pak Wakil juga ya, nggak ya tolong ngerti kondisi saya,” pungkas dia singkat. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here