Kapolres Cilegon, AKBP Riski Agung Prakoso memberi keterangan kepada media di kantornha terkait kasus dugaan pelaku sindikat uang palsu yang terjadi di Cilegon, Rabu (8/5/2019). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Satreskrim Polres Cilegon, akhirnya berhasil membongkar kasus yang dilakukan oleh 4 terduga pelaku yang merupakan sindikat pengedar uang palsu (upal) lintas Provinsi (Palembang-Sumatera Selatan).

Aksi para pelaku ini terorganisir. Satu diantara pelaku menyamar sebagai pegawai bank ternama. Para pelaku upal telah beraksi selama empat dan melakukan penipuan terhadap sejumlah korban hingga Rp 400 juta.

“Untuk menjalankan aksinya, empat pelaku ini menyamar jadi pegawai bank ternama. Pelaku udah empat tahun menjalankan aksinya. Dari aksinya ini, empat pelaku berhasil menipu para korban sampai Rp400 juta, ujar Kapolres Cilegon, AKBP Rizky Agung Prakoso dikonfirmasi dikantornya, Rabu (8/5/2019).

Ia membeberkan, keempat pelaku ini berinisial JH, DW, RS, IF. Modus yang dilakukan, kata dia, para pelaku yang menyamar sebagai pegawai dan meminta bantuan kepada korban untuk membantu menukarkan uang asing. Apabila berhasil menukarkan uang asing milik para pelaku, lanjutnya, korban akan dibetikan imbalan.

“Modus yang dilakukan empat pelaku ini seolah-olah sebagai pegawai bank. Mereka (pelaku,red) meminta tolong kepada semua korbannya, untuk menukarkan uang asing tersbeut. Kepada korban merupakan ibu-ibu ini berjanji untuk memberikan imbalan apabila berhasil menukarkan uang asing tersebut. Mata uang asing ada dari Belarusia, Brasil, Brunai Darussalam dan beberapa negara lainnya, namun mata uang ini sudah tidak berlaku di negaranya,” tambah Rizki.

Baca : Kisah Heroik Bripka Sitorus, Hadang Mobil Pelaku Sindikat Uang Palsu di Cilegon

Diakui Rizki, awal dilakukan penangkapan berdasarkan laporan warga yang melihat gerak-gerik pelaku tlyang mencurigakan gerhadap salah satu korban wanitadi depan Kantor Pajak Pratama (KPP) Cilegon, Selasa (7/5/2019), kemarin. Lantas, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke salah satu anggota Lantas Polres Cilegon, Bripka Leo Sitorus yang kebetulan usai melakukan patroli di PCI.

“Warga melihat gerak-gerik pelaku yang mencurigakan. Anggota kami pun langsung cepat menangani laporan dari warga dengan menutup aksesnya dengan kendaraan miliknya. Anggota kami, melihat ada seorang ibu-ibu dikerumuni empat orang laki-laki kemudian dibawa masuk ke dalam mobil. Sehingga masyarakat melaporkan ke petugas anggota kita yang berada di dekat situ, kemudian didatangi, dicek, dibuka pintunya dan disuruh keluar. Anggota pun langsung meminta pelaku untuk keluar. Sempat terjadi kepanikan yang dilakukan oleh pelaku ini. Salah satu pelaku, kemudian membuang uang palsu di tanah kosong, termasuk ada pelaku juga yang membuang name tage palsu salah satu bank, yang diduga sebagai media mereka untuk melakukan tindak penipuan ini,” aku Kapolres.

Atas kejadian ini, Polres Cilegon tengah mendalami kasus tersebut terkait keterlibatan pelaku lain. Begitupun menelusuri para korban atas tindakan dugaan penipuan yang dilakukan pelaku.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?