CILEGON, SSC – Tembok Penahan Tanah (TPT) kali yang ada di Pasar Kranggot, Kota Cilegon ambrol. Ambrolnya TPT dengan tinggi sekitar 1,5 meter ini lantaran struktur tanah yang berada di bawah kali itu, terkikis.
Salah satu pedagang di Pasar Kranggot, Minah mengatakan, ambrolnya TPT ini belum lama terjadi. Beberapa TPT yang ambrol mulai dari pintu masuk pasar hingga belokan pasar.
“Jadi kejadianya sejak Sabtu (4/5/2019) kemarin. Tapi, hingga saat ini belum juga dibenahi oleh pihak pasar maupun dinas terkait. Takut aja kalau ambrol lagi. Soalnya, para pedagang berjualannya di sekitar situ. Harusnya di perbaiki enggak musti kaya begini,” kata Minah kepada Selatsunda.com, Rabu (8/5/2019).
Ia dan pedagang lainnya mengaku khawatir jika sewaktu-waktu dapat berdampak kepada pedagang. Karena lokasinya persis dibelakang lokasi pedagang berjualan.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang PPTK Pasar Kranggot, Yudi Indrayana tak membantah kondisi TPT di Pasar Kranggot itu. Kondisi itu, kata dia, belum diperhatikan oleh UPT Pasar Kranggot maupun dari dinas.
“Dibagian bawah tanahnya udah habis terkikis habis. Akibat terkikis itulah, yang membuat TPT jadi ambrol. Memang selama ini tidak diperhatikan baik dari kami (Disperindag) maupun dari pihak UPTD sendiri. Seharusnya sering dipelihara salurannya. Tapi ini enggak dijaga,” kata Yudi.
Yudi mengaku, Disperindag nantinta akan melakukan tambal sulam terhadap TPT yang ambrol tersebut. Rencananya setelah tambal sulam, Disperindag juga akan membuat jaring ke kali seperti yang dibuat pada saluran atau kali yang ada di Jakarta.
“Kayanya ditambal sulam dulu TPT yang ambrul itu. Setelah di tambal sulam TPT, baru kita tutup dengan membuat jaring seperti yang dilakukan di Jakarta. Kita buat jaring, agar pedagang tidak membuang sampah di kali yang sudah kita normalisasi,” ujarnya. (Ully/Red)

