CILEGON, SSC – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon enggan disalahkan jika dinilai tidak bertanggung jawab atas kejadian banjir yang terjadi di Pasar Blok F, Selasa (30/10/2018) kemarin. Ketidaktersediaan Saluran drainase yang menjadi penyebab utama banjir di pasar ini sempat diusulkan Disperindag untuk dibangun namun sarana itu terhenti dibangun karena menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
Hal ini disampaikan Kepala Bidang PPTK Pasar Kranggot, Yudi Indrayana saat dikonfirmasi di Kantor Disperindag, Rabu (31/10/2018). Lebih jauh Yudi menyatakan, Disperindag sangat menyesalkan lambatnya pembangunan 4 saluran drainase itu oleh DPUTR. Tidak terealisasinya itu mengakibatkan Pasar Blok F banjir dan terdampak kepada para pedagang.
“Sebenarnya kita (Disperindag,red) sudah sempat mengajukan agar pembangunan pembuangan air ini dikerjakan di Disperindag, akan tetapi, dari pihak PU meminta program pembangunan pembuangan air hanya bisa dikerjakan di PU. Dari alasan PU itu, kita pun menyerahkan program tersebut. Tapi hingga saat ini setelah kita ya gih cukup lama, pembangunan pembuangan air itu pun tak kunjung terealiasi juga,” kata Yudi kepada Selatsunda.com.
Selain itu, sambung Yudi, Disperindag juga telah menyiapkan lahan untuk dilakukan pembangunan pembuangan air jika mendapat persertujuan dari pimpinan. Hal itu lagi tak dapat dijalankan karena menjadi kewenangan DPUTR.
“Lahan sudah kita persiapkan. Tapi, saat dilakukan pengecekan oleh pihak PU ternyata, dari PU bilang, jika pekerjaan pembuangan hanya bisa dikerjakan oleh PU. Mereka bilang, pembangunan pasar tersendiri dan pembangunan saluran tersendiri. Karena alasan dari PU jika pekerjaan ini tidak boleh dikerjakan oleh Disperindag, akhirnya kita pun mengalah,” ucap Yudi.
Usulan atas lahan ini, kata dia, rencananya akan dipergunakan untuk menampung pembuangan air di 4 titik yang telah ditentukan. Dua titik diantaranya berada di Jalan Haji Umar dan 2 titik lain di Jalan Kerinci.
“Jadi kalau ada banjir, 4 titik ini sudah siap menampung derasnya air. Nah, nanti untuk pembuangan air dari 4 titik ini juga akan di tempatkan di saluran utama dengan lebar 1 meter. Jadi, kalau hujan deras, air yang ada di atas (SMA 1 Kota Cilegon dan SMP 2 Cilegon) tidak masuk ke Pasar Blok F, tapi ditampung di 4 titik penampungan yang sudah ada,” sebutnya.
Ia meminta agar pihak DPUTR tidak hanya diam menyikapi persoalan banjir di Pasar Blok F. Namun dapat menyediakan fasilitas penunjang pasar yang dibutuhkan agar tidak lagi terjadi banjir.
“Kita minta PU bisa benar-benar memperhatikan kondisi ini. Bencana seperti ini hampir setiap tahunnya kita rasakan,” lanjutnya.
Sementara, Kepala Dinas DPUTR, Nana Sulaksana ketika dihubungi belum dapat terkonfirmasi. Begitu juga Sekretaris DPUTR, M Ridwan tidak menjawab panggilan telepon uang dituju ketika dihubungi. (Ully/Red)

