Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Kranggot Kota Cilegon berjualan di dekat pintu masuk, Kamis (12/9/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kondisi Pasar Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang semakin semrawut. Kondisi ini diperparah lantaran pedangang kaki lima (PKL) masih membandel berjualan di akses pintu masuk pasar. Padahal telah disediakan hangar tepatnua berada di belakang pasar.

Persoalan itu ditanggapi pedas oleh PelaksanaTugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi. Edi mengaku, kecewa dengan kondisi pasar Kranggot yang semakin hari makin acak-acakan.

“Sebal saya, pedagang enggak bisa diatur,” kata Edi,” Kamis (12/9/2018).

Ia meminta, Disperindag tidak diam saja dan turun langsung menyelesaikan semrawutnya kondisi pasar tersebut. Ia juga mendesak agar seluruh OPD yang terkait dengan penangangan pasar dapat saling berkoordinasi.

“OPD terkait harus bisa berkoordinasi dan menyelesaikan persoalan ini. Nanti yang urus sampah siapa, parkiran siapa, pedagang siapa, ada tugasnya masing-masing,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Edi, Pemkot telah berusaha untuk menata Pasar Kranggot agar tidak semrawut dan terlihat bersih. Akan tetapi persoalan itu juga di latarbelakangi oleh ulah para pedagang yang tidak memiliki kesadaran menata pasar menjadi lebih baik bersama pemerintah.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Bayu Panatagama mengatakan, Pemkot Cilegon saat ini telah melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait.

“Sudah rapat bersama antara Disperindag, DLH  Satpol PP,  dan PUTR untuk menyelesaikan persoalan semrawutnya Pasar Kranggot,” kata Bayu.

Bayu memaparkan, dirinya juga sempat meminta Disperindag untuk menyelesaikan permasalahan sampah di arena tersebut. Bahkan, dirinya juga meminta agar hanggar yang kosong dapat tempati oleh pedagang.

“Total hanggar yang ada sekitar 600 hanggar. Ada 3 hanggar yang ada di sana. Jadi, kalau 1 hanggar bisa masuk 200 pedagang,” ucap Bayu.

Adapun untuk persoalan sampah ini, Pemkot Cilegon berencana akan memasang jaring di aliran sungai untuk mencegah pedagang membuang sampah di aliran sungai tersebut.

“Semacam kaya di DKI Jakarta lah. Nanti, akan dibuat jaring untuk mencegah pedagang ini buang sampah di aliran sungai,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here