CILEGON, SSC – Sejumlah pedagang yang berada di Pasar Blok F, Kecamatan Cilegon mulai mengeluhkan pasokan berbagai kebutuhan bahan pokok (sembako) di sejumlah distributor mulai menghilang. Sekalipun stok masih aman, namun suplao sembako sulit dicari belakangan ini.

Ini terungkap saat rombongan Tim Satuan Tugas Pangan Provinsi Banten mendapati keluhan dari pedagang yang berada di Pasar Blok F.

“Beras dan minyak memang stoknya aman. Tapi barangnya sulit dicari. Menghilang gitu aja suplai barangnya,” keluh salah seorang pedagang sembako di Pasar Blok F, Adi, Rabu (30/5/2018)

Pria berusia 51 tahun ini mengungkapkan, stok sulit didapat lantaran hampir seluruh pemasok lebih memilih libur Lebaran. Pengiriman barang juga menjadi tidak efektif.

“Pokoknya udah dicari kemana-mana hampir semuanya tutup karena libur Lebaran. Selain di tempat langgganan biasa, di tempat lain juga begitu tutup karena libur Lebaran,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi itu akibat dampak keputusan libur panjang hari lebaran yang ditetapkan pemerintah. Adi berharap agar pemerintah mengeluarkan regulasi untuk menstabilkan sembako.

“Keinginan kami (pedagang) adanya perhatian dari pemerintah. Bila perlu, ada aturan yang mengacu keberlangsungan kebutuhan sembako itu,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten Ferijanto mengklaim, kebutuhan sembako di 8 kabupaten dan kota yang ada di Banten masih relatif aman untuk 6 (enam) bulan kedepan.

“Kita (Ketahanan Pangan Provinsi Banten) datang ke sini, untuk memastikan, kebutuhan pangan di Kota Cilegon apakah benar-benar aman,” ujarnya.

Perlu diketahui, saat ini harga daging kerbau berkisar Rp120 ribu per kilogram, beras antara Rp10 ribu hingga Rp13 ribu, minyak goreng kemasan Rp14 ribu per liter, serta gula pasir Rp12 ribu per kilogram. (Ully/red)

Komnetar anda tentang berita diatas?