CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana akan merelokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di bantaran sungai atau pintu masuk Pasar Kranggot. Relokasi PKL dilakukan, karena keberadaan pedagang dianggap membuat kumuh dan semrawut.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Fitriadi Achmad mengatakan, hasil pendataan UPT Pasar Kranggot ada sebanyak 200 PKL yang berjualan di bantaran sungai. Rencananya, PKL tersebut akan dipindahkan ke hanggar barat dan hanggar timur. Penertiban para pedagang ini, merupakan intruksi Walikota Cilegon, Robinsar agar tidak ada PKL berjualan di arah pintu masuk pasar.
“Insa Allah akan kita relokasi supaya pasar terlihat rapih. Karena sebelumnya, masuk ke pasar sangat sembraut, kotor dan macet,” kata Fitriadi Achmad kepada Selatsunda.com ditemui di Kantor Walikota Cilegon,” Selasa (10/6/2025).
Kabid disapa Anggi ini menambahkan, hasil pendataan dari 200 PKL bantaran sungai, 70 PKL akan di tempatkan di hanggar barat. Sedangkan 130 pedagang akan ditempatkan di hanggar timur. Rencanaya, penertiban pedagang ini akan dilakukan pada minggu ini.
“Ketika penertiban berlangsung, kita akan minta personil siaga . Kalau ga nanti pedagang akan balik lagi. Petugas Satpol PP terkait K3 sedangkan petugas Dishub terkait rekayasa jalan,” tambahnya.
Untuk mengurai kemacetan di Pasar Kranggot, kata, Anggi, pihaknya telah mengusulkan dua skema ke Dishub Cilegon. Skema jalur pertama dikhususkan untuk kendaraan pribadi sedangkan jalur kedua diperuntukan untuk jalur angkutan umum.
“Kita sudah usulkan tinggal dari Dinas Perhubungan yang menyetujui usulan kita,” pungkasnya. (Ully/Red)

