20.1 C
New York
Kamis, Desember 11, 2025
BerandaPemerintahanPembangunan Akses Jalan Pelabuhan Warnasari Terkendala Lahan Industri

Pembangunan Akses Jalan Pelabuhan Warnasari Terkendala Lahan Industri

-

CILEGON, SSC – Rencana pembangunan akses jalan dari jalan utama dalam kawasan industri PT KIEC menuju Pelabuhan Warnasari menuai kendala yang serius. Lahan yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur mega proyek Pemerintah Kota Cilegon ini terkendala karena bersinggungan dengan lahan milik PT Krakatau Posco (PT KP) dan PT Krakatau Steel (PT KS).

Direktur Operasional dan Komersil PT Pelabuhan Cilegon Mandiri, Akmal Firmansyah mengatakan, pembahasan lahan dalam rapat antara PCM dengan PT Krakatu Posco dan PT Krakatau Steel dipimpin oleh Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Selasa (23/10/2018) telah membuahkan kesepakatan. Awalnya, dipaparkan Akmal, akses jalan Pelabuhan Warnasari yang akan dibangun diperkirakan tidak bersinggungan lahan industri. Namun setelah dikaji, pembangunan jalan bersinggungan dengan lahan PT KP dan KS.

“Ada beberapa masalah yang kita (PCM,red) alami. Salah satunya masalah status tanah yang ada di KS. Karena alternatif lagi, tanah kita yang existing dulu tidak bisa dipakai karena berbenturan degan Posco, di depan (pabrik) Posco. Sehingga di cari alternatif lagi dan sekarang sudah ketemu alternatifnya,” ungkap Akmal usai rapat.

Kembali dijelaskan Akmal, baik pihaknya dengan PT KP dan PT KS telah membahas denfan komprehensif menyelesaikan persolan itu. Salah satunya rencana untuk mengganti lahan yang digunakan. Lahan akan diganti dengan lahan milik Pemkot yang tersedia saat ini.

“Kemungkinan besar tanah kita yang dulu, yang existing, ditukar guling dengan yang (akan) dipakai sekarang. Hampir seimbanglah, itu (luasan lahan tukar guling) sekitar 2,3 hektaranlah,” paparnya.

Selain masalah lahan, sambungnya, terdapat kendala lain pada pembangunan akses mega proyek tersebut. Kendala itu menyangkut keberadaan pipa gas dan kabel yang masih berada di akses jalan.

“Sudah kita koordinasi dengan PT Pertamina dan sudah disetujui dilakukan pembangunan akses jalan itu. Sedangkan, untuk pipa gas pun juga sudah tidak berfungsi, tetap kita lindungi semuanya, utility yang ada di sekitar kita lindungi. Begitu juga dengan kabel kita sudah koordinasi dengan PT KDL, kita sudah koordinasi semuanya. Sekarang itu tinggal persetujuan pelaksanaan pembangunan akses jalan saja,” terang Akmal.

Ia menyebut, akses jalan sepanjang 750 meter dengan lebar 30 meter persegi lengkap dengan jembatan layang (fly over) dari jalan Asia Raya di kawasan KIEC menuju pelabuhan ini sudah dibuat Detail Engineering Design (DED).

“DED udah selesai. Tinggal dilakukan pembangunan saja. Untuk pembangunan sendiri kita serahkan ke pihak DPU-TR. Nanti, kita tinggal menunggu saja persiapan managemen kontruksi sehingga bisa dilelang melalui ULP. Kita terbuka siapapun saja bisa melakukan lelang ini,” ucapnya.

Di tempat yang sama, General Affair PT Krakatau Posco, Agus Yudarso mengatatkan, pihaknya akan secepatnya membahas masalah lahan tersebut dengan pemegang saham baik akan di tukar guling atau dilakukan pinjam pakai.

“Oh nanti kita bicarakan. Apakah di tukar guling atau dilakukan pinjam pakai. Semua itu, akan dilihat saat rapat dengan pemegang saham yang bisa menentukan hal ini,” pungkasnya singkat. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -