Kondisi pembangunan halte di JLS Cilegon yang menjadi program penunjang SAUM, dipersoalkan pedagang, Rabu (7/11/2018). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pembangunan halte yang akan menunjang program pembangunan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon disoal puluhan pedagang di Jalan Lingkar Selatan (JLS) terutama yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Cibeber. Keberadaan halte ini dinilai menganggu aktivitas para pedagang.

Salah satu pedagang, Ilham mengaku, Dinas Perhubungan (Dishub) tidak sama sekali mensosialisasi pembangunan halte tersebut. Bahkan prmbangunannya tanpa ada pemberitahuan.

“Iyahlah kami sangat menolak pembangunan yang sedang mereka kerjakan itu. Karena, pembangunannya saja mereka (Dishub) tidak ada sosialiasi asal bangun aja,” kata Ilham kepada Selatsunda.com, Rabu (7/11/2018).

Selain tidak ada sosialiasi, sambungnya, pembangunan shalter ini juga menganggu pedagang yang berjualan.

“Ganggu banget Mba. Soalnya kehalangan dengan posisi kita dengan keberadaan shelter (halte). Udah gak ada sosialiasi tapi langsung dibangun begitu aja. Kalau kondisinya seperti ini yang dirugikan kan kami pedagang kecil yang mencari makan dengan berjualan di sini,” tuturnya.

Sementara, pedagang lainnya, Sutrisman juga mengeluhkan keberadaan pembangunan halte yang menganggu aktivitas jual beli pedagang di JLS. Ia meminta, agar Dushub dapat mencari solusi untuk memecahkan persoalan ini.

“Kita kam hanya ingin mencari nafkah di sini. Nah, kalau udah ada shalter begini terus gimana kita bisa mencari nafkah. Kalau udah begini kita (pedagang) juga kami yang dirugikan?,” ujarnya.

Terpisah, Staf Pelaksana Seksi Trantibum Kecamatan Cibeber Nikmatullah tidak menampik adanya keluhan dari para pedagang di JLS terkait pembangunan itu. Pihaknya telah bermohon kepada Dishub untuk menangani persoalan tersebut.

“Iyah benar pedagang mengeluhkan ada pembangunan shalter milik Dishub. Pedagang mengeluhkan karena tidak ada sosialisasi dari pihak Dishub akan ada pembangunan shalter. Tapi, dari kita (Kecamatan Cibeber) udah meminta agar pihak Dishub bisa bertemu langsung dengan pihak pedagang untuk menyelesaikan persoalan ini,” papar Nikmatullah.

Hingga saat ini, tuturnya, belum ada penyelesaian dari pihak pedagang dan Dishub terhadap persoalan ini. “Sampai saat ini aja belum ada penyelesaian dari kasus ini. Secara prinsip, kita (Kecamatan Cibeber) hanya sebagai penengah saja, semua dikembalikan lagi ke pihak Dishub,” tuturnya.

Diakui Imat, dampak dari pembangunan ini berimplikasi terhadap nasib pedagang. sekitar 3-4 pedagang harus direlokasi ke tempat yang lebih layak.

Menanggapi hal ini, Kepala Dishub Kota Cilegon Affandi tak menepis adanya penolakan dari pedagang terhadap pembangunan halte tersebut. Akan tetapi, ia mengklaim persoalan dengan para pedagang sudah terselesaikan.

“Udah selesai kok. Pedagang udah kita sosialisasi manfaat dari adanya shalter ini. Dan mereka semua setuju dengan pembangunan yang kami lakukan ini,” ucapnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here