Sejumlah randis yang dipinjam lurah dan telah dikembalikan terparkir di halaman Kantor Walikota Cilegon, Selasa (19/1/2020). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon  tidak main-main akan menarik kendaraan dinas yang dipinjam lurah dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk diserahkan kembali kepada Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon. Sampai saat ini dari 28 lurah yang sebelumnya meminjam mobdis, baru 16 unit dikembalikan. Sedangkan 12 kelurahan masih belum mengembalikan kendaraan.

“Dari 28 kelurahan yang mendapat mobil pinjaman baru 16 unit saja yang sudah dikembalikan. Sedangkan 12 unit lagi masih berada di masing-masing kelurahan. Oleh karena itu, kami akan bersikap tegas dengan langsung menarik mobdis yang dipakai oleh mereka (lurah,red),” kata Kepala Bagian Umum Setda Kota Cilegon, Joko Purwanto kepada Selatsunda.com di ruang kerjanya, Selasa (19/1/2020).

Sikap tegas yang dilakukan ini, lantaran, para lurah tidak mengindahkan instruksi Walikota Cilegon untuk segera mengembalikan mobdis pinjaman tersebut. Bahkan instruksi juga telah ditegaskan oleh Asda III, Dana Sujaksani agar lurah mengembalikan randis dengan batas waktu terakhir pada Jumat, 24 Januari 2020.

“Surat pertama kan pak wali telah melayangkan surat ke para camat agar menyampaikan ke lurah untuk mengembalikan mobdis tersebut terakhir di tanggal 15 Januari. Namun, hingga saat ini mobdis-mobdis tersebut pun belum juga dikembalikan oleh para lurah. Nah, pada Senin (13/1/2020) kemarin, Asda III Pemkot Cilegon (Dana Sujaksani) kembali melayangkan surat langsung ditujukan ke para lurah. Untuk surat kedua ini, untuk batas pengembalian mobdis pada, Jumat (24/1/2020) mendatang. Apabila, surat peringatan kedua tidak juga diindahkan mereka (lurah) otomatis kami sendiri yang jemput bola dengan menarik mobil tersebut ke kantor kelurahan,” tegas Joko.

Disinggung mengenai alasan randis belum dikembalikan ke Bagian Umum Setda Cilegon, ia mengira surat imbauan walikota yang ditujukan ke camat belum diinformasikan kembali pihak kelurahan. Sehingga lurah tidak mengembalikan randis tersebut.

“Mungkin karena kesibukan dari para camat yang belum menginformasikan lagi ke para lurah. Nah, makannya kami berikan surat imbauan kedua ini yang langsung tertuju ke lurah,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here