Rapat Koordinasi dan Evaluasi pelaksanaan APBD yang di selenggarakan di Sekretariat Daerah Kota Serang, selasa (21/1/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Walikota Serang, Syafrudin mengadakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi pelaksanaan APBD di Kantor Pemerintahan Kota Serang, selasa (21/1/2020). Dalam rapat turut membahas mengenai serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di APBD Tahun Anggaran 2019.

Meski secara keseluruhan penyerapan anggaran mencapai 92 persen namun diantaranya OPD yang ada terdapat dua OPD yang rendah realisasi.

“Yang terendah itu pertama BKPSDM itu 80 persen kemudian Setda 87 persen,” ungkap Walikota Serang, Syafrudin usai rapat.

Syafrudin mengutarakan, alasan rendahnya serapanĀ  BKPSDM dan Setda bukan tanpa sebab.
Seperti BKSDM, rendahnya serapan anggaran karena tertundanya pelaksanaan kegiatan CPNS. Awalnya direncanakan pada 2019 namun terealisasi pada 2020.

“Alasanya, pertama BKPSDM ada anggaran CPNS yang seharusnya digunakan pada akhir tahun 2019, akan tetapi CPNS ini pelaksanaanya tahun 2020 di sekitar bulan Februari atau Maret,” ucapnya.

Mengenai Setda yang rendah, papar Syafrudin, akibat adanya proses mutasi dan rotasi jabatan.

“Kemudian sekretariat daerah 87 persen, ini alasanya karena belanja pegawai yang awalnya pegawai di sekda ini 70 orang, karena dengan rotasi dan mutasi menjadi 46 orang,” paparnya.

Diketahui untuk OPD yang serapan tinggi terdapat 5 OPD diatas 96 persen. Diantaranya Inspektorat dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

“Yang serapannya tinggi Inspektorat, kemudian juga kalau tidak salah Perpustakaan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan di Dinas Perindagkop, jadi 5 besar ini diatas 96 persen jadi ada yang 97 dan 96 persen,” paparnya.

Selain membahas mengenai serapan anggaran, Syafrudin mengatakan dalam rapat tersebut juga membahas masalah pajak yang ada di Kota Serang.

“Kemudian yang keduanya masalah pajak, pajak yang dikelola oleh BPKAD, alhamdulillah dari target 134 miliar ini meningkat menjadi masukan kita untuk tahun ini (2020) 140 miliar,” pungkasnya. (MG-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here