CILEGON, SSC – Hampir setiap tahun, sejumlah area di Kota Cilegon kerap menjadi langganan banjir di saat musim penghujan namun penanganannya oleh pemerintah belum dilakukan secara maksimal.
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariadi yang menanggapi itu, Sabtu (27/10/2018) mengatakan akan segera mengevaluasinya. Ia akan segera berkordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi banjir tahunan. Salah satu yang menjadi atensi, lanjutnya, mengenai evaluasi tandon yang digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
“Nanti saya mau mengecek lelang-lelang untuk pembuatan tandon apakah sudah selesai apa belum di DPUTR? Ada gak yang mangkrak atau gagal lelang? Semua itu akan saya evaluasi,” ungkap Edi.
Edi menerangkan, evaluasi terhadap penanganan banjir ini sangat diperlukan. Mengingat kondisi saat ini sudah mulai masuk pada musim penghujan. Untuk itulah, pihaknya meminta agar DPUTR segera mengambil langkah mengantisipasi masalah banjir.
“Mengingat kan tinggal 1 bulan lagi ini. Khawatir tidak dipantau imbasnya ke kita (Pemkot,red). Apalagi, curah hujan yang terlalu tinggi khawatir Cilegon banjir kembali,” terang Edi.
Selain tandon, kata Edi, normalisasi sungai juga harus segera dilakukan agar aliran air saat hujan dapat berfungsi dengan baik. Salah satu yang sudah berfungsi baik seperti sungai di Lingkungan Sukmajaya, Kecamatan Jombang.
“Kita (Pemkot,red) mau seperti yang sudah dilakukan di Sukmajaya,” ujarnya
Selain evaluasi itu, Edi meminta agar dinas terkait dapat juga segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang. Dari sejumlah kejadian yang terjadi, sambungnya, banjir yang meluap di Cilegon berasal dari Kabupaten Serang.
“Posisi kita kan ini di hilir, sedangkan hulunya ada di Kabupaten Serang, jadi OPD terkait harus bisa komunikasi dengan Pemda Kabupaten Serang,” tandas Edi.
Soal anggaran, Pemkot Cilegon telah mempersiapkan lewat APBD untuk mengantisipasi masalah banjir khususnya pemeliharaan drainase. Namun, ia tak menyebut berapa rincian anggaran tersebut.
“Saya enggak tau detailnya berapa. Coba tanya Pak Tedi (Kasi Pemeliharaan dan Normalisasi Bidang SDA) untuk detail pastinya,” ujar Mantan Kepala Bappeda Cilegon.
Sampai berita ini diturunkan, Kasi Pemeliharaan dan Normalisasi Bidang SDA pada DPUTR Cilegon, Tedi Machfudi masih belum bisa dihubungi. (Ully/Red)

