CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon berencana melakukan pembangunan tahapan konstruksi Jalan Lingkar Utara (JLU) dengan menggandeng PT Sinsera Semesta Raya lewat skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Untuk memulai KPBU ini, pemkot akan mengkaji  Pra Studi Kelayakan Bisnis atau Feasibility Study (Pra FS) JlU yang diajukan pemerakarsa tersebut.

Kepala Badan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJP) Kota Cilegon, Syafrudin, Rabu (17/10/2018) mengatakan, pra FS JLU yang diajukan Sinsera terlebih dahulu harus dianalisa dan dikaji. Hal itu dilakukan berdasarkan saran dan masukan dari Bappenas.

“Jadi pra FS yang sudah dibuat oleh pemrakarsa, Sinsera itu, dikaji oleh tim simpul. Kemudian memang, saat di Bappenas, mereka minta jangan mentah (tanpa kajian).  Harus ada hasil kajian analisa dari tim simpul. Untuk mengkaji itu maka perlu lah tenaga ahli untuk menilai dan mengevaluasi pra FS tersebut,” ungkapnya.

Syafrudin mengakui, jika untuk menganalisa pra FS itu tidak dapat dilakukan oleh Tim Simpul bentukan pemkot Cilegon. Pra FS, lanjutnya, perlu dikaji juga oleh pihak ketiga. Yang mana untuk mendapatkan jasa pengkaji itu,  BPBJP menggelontorkan dana sebesar Rp 100 juta dari APBD Perubahan 2018.

“Itu disiapkan di anggaran perubahan ini, anggarannya Rp 100 juta,” terangnya.

Ia menyatakan, kajian terhadap pra FS JLU yang diajukan Sinsera itu diperkirakan dapat diselesaikan sekitar 45 hari. Dari hasil kajian itu, tim simpul dapat menentukan layak atau  tidak layak pra FS yang diajukan.

“Sekarang ini sudah diproses, itu pengadaan langsung. Nilainya Rp 100 juta dan itu boleh pengadaan langsung. Kemarin sudah di ekspos, paling pekerjaan itu selesai dengan masa 45 hari lah,” paparnya.

Diketahui, Skema KPBU yang diprakarsai PT. Sinergi Semesta Raya (Sinsera) ini telah dibahas pemkot jauh sebelumnya. Skema kerjasama yang tertuang dalam pra FS menyiratkan rencana pembangunan konstruksi dan kawasan industri di JLU. Konsekuensinya, Sejumlah proyek lain akan dikonsesikan sebagai kompensasi JLU yang dikerjasamakan. Proyek lain yang dikonsesikan pada rencana KPBU itu diantaranya  pengelolaan lahan di Terminal Terpadu Merak (TTM), Gedung Plaza Mandiri, pengembangan smart city maupun pengolahan air bersih atau sea water reverse osmosis (SWRO). (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here