CILEGON – Pembayaran gaji kepada guru tingkat SMA sederajat di Kota Cilegon telat dibayar. Namun keterlambatan pembayaran yang disinyalir terjadi karena adanya perubahan anggaran di Dinas Pendidikan Provinsi Banten ini tak sepenuhnya menganggu kinerja para guru. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Priovinsi Banten di Kota Cilegon, Ofa Sofiudin ketika dikonfirmasi di kantornya, Selasa (16/10/2018).

Sekalipun tidak mempengaruhi kinerja, lebih lanjut Ofa menjelaskan, gaji yang telat dibayarkan ini berdampak pada penghidupan sehari-hari sekitar 600 guru di Cilegon. Kondisi yang sama juga dialami oleh tenaga struktural.

“Dengan adanya perubahan anggaran ini semua mengalami keterlambatan gaji. Jadi tidak saja yang fungsional seperti guru, tapi semua pejabat strukturalnya juga sampai sekarang belum menerima. Untuk guru saja di Cilegon itu ada sekitar 600 orang dari 74 sekolah SMA/SMK/MA. Itu belum termasuk tenaga strukturalnya,” ungkapnya.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Ia tak menampik, jika imbas keterlambatan itu banyak pengaduan dan keluhan dari para para guru. Bahkan diantara mereka mengambil inisiasi meminjam dana dari koperasi sekolah untuk menopang sementara penghidupan.

“Memang idealnya pembayaran itu antara tanggal 1 sampai dengan 5 tiap awal bulan. Tapi memang sampai sekarang belum diterima. Tapi insha Allah, dari informasi yang saya terima dari provinsi, SPM (Surat Perintah Membayar) sudah masuk ke BPKAD, besok juga sudah ada pembayaran ke masing-masing rekening,” tuturnya.

Ia berharap, kondisi tersebut dapat cepat surut dan segera terpecahkan. Supaya kinerja yang selama ini diawasi pihaknya salah satunya dengan sistem face print dapat berjalan normal dan tidak sampai mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

“Sejak awal September kan kita sudah gunakan face print, jadi kita bisa monitor terus kinerja guru dari sistem absensi ini. Kecuali yang honor, mereka masih pakai finger print. Jadi Alhamdulillah sampai sekarang kondisi ini tidak berdampak pada KBM, karena mereka juga tahu gaji itu langsung dari dinas, sedangkan KCD ini sifatnya hanya monitoring,” paparnya. (Ronald/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini