Kereta Api rute Rangkasbitung-Merak melintas di perlintasan rel, Kelurahan Gerem, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Pemkot Cilegon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon mengalokasi anggaran Rp 2,3 miliar untuk membangun empat palang pintu di perlintasan kereta api.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Andi Affandi menjelaskan, 4 palang pintu dibangun dengan menggunakan APBD Perubahan 2021. Keempat itu diantaranya berada di wilayah Kedaleman (dekat Batik Krakatoa), Seneja (Kantor PKS), Uyud Arman (Bappeda) dan Jalan Raya Merak (Rawa Arum).

“Dari 24 titik lokasi kereta tanpa palang pintu di Cilegon, baru ada 4 titik yang akan dibangun palang pintu. 4 ini menjadi yang paling riskan karena sering terjadi kecelakaan,” kata Andi ditemui Selatsunda.com, Rabu (27/10/2021).

Ia menambahkan, rencananya palang pintu akan dibangun di awal November 2021 karena tahapan lelang telah selesai.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Awal November sudah dibangun. 20 titik kereta palang pintu ini rencananya akan dilanjutkan pada 2022 mendatang.  Pembangunan palang pintu telah mendapatkan rekomendasi dari Kementrian Perhubungan dan Direktorat Perkeretaapian,” tambahnya.

Kepala Seksi Tehnik sarana pada Dishub Kota Cilegon Tulus Adi Sasmita menambahkan, palang pintu akan dibangun dua tipe dengan melihat tingkat kerawanan kecelakaan.

“Pembangunan kereta palang pintu ada 2 tipe. Tipe 1 ada di titik Kedaleman, Sucofindo dan Grogol. Sedangkan tipe 2 berada di Bappeda. Tipe 1 dan tipe 2 ada perbedaanya. Bedanya dari segi harga, fasilitas dan kualitas. Untuk petugas penjaga akan ditempatkan di pos bergantian selama 24 jam setiap hari,” pungkasnya. (Ully/Red)