Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta menyerahkan program bantuan pinjaman modal usah untuk para UMKM khsusus pengguna KCS (Kartu Cilegon Sejahtera),” belum lama ini. Foto : Dokumentasi Sanuji Pentamarta

CILEGON, SSC – Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta (Helldy-sanuji) akhirnya merealisasikan Program Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) salah satunya program pinjaman modal usaha yang diberikan untuk 105 Usaha Mikro Kecil Menenggah (UMKM) di Kota Cilegon.

Bantuan pinjaman modal usaha ini bersumber dari CCSR BJB ke Pemkot Cilegon di masa kepemimpinan Helldy-Sanuji.

Pencairan dana pinjaman modal usaha ini pertama digelar di tiga kecamatan, yaitu, Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Cilegon, pada Kamis (12/8/2021) kemarin.

Kepala UPT PDB (Pengelolaan Dana Bergulir) pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Yesi Yunita mengatakan, Dinas Koperasi dan UMKM telah merealisasikan program KCS (Kartu Cilegon Sejahtera) dengan memberikan pinjaman modal usaha untuk 105 pelaku UMKM kecil di Cilegon.

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

“Dari hasil data, ada 105 UMKM yang memiliki KCS. Karena sekarang masih PPKM Darurat Level 4, dari 105 UMKM, kita baru serahkan bantuan pinjaman ini untuk 40 pelaku UMKM dulu. Bantuan dana pinjaman modal usaha bervariatif mulai Rp 1 juta hingga Rp 5 juta tergantung usaha yang digeluti oleh UMKM,” kata Yesi kepada Selatsunda.com di kantornya,” Sabtu (14/8/2021).

Ia menjelaskan, selain memiliki KCS, syarat lainya memiliki pinjaman modal usaha ini, yaitu, harus mengikuti pelatihan yang diberikan oleh BJB Cabang Cilegon selama 1 hari serta dibayarkan lolos survei dari tim pendamping.

“Bantuan untuk pelaku UMKM bentuknya bukan hibah melainkan pinjaman uang dengan bunga 0 persen,” jelas Yesi.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

Kata Yesi, jika lama pinjaman modal pinjaman modal usaha hanya 1 tahun. Bagi pemilik KCS yang telah menerima bantuan pinjaman modal usaha ini, diminta untuk tidak menunggak cicilan pinjaman tersebut.

“Kalau dibilang ada pembayaran macet atau Nunggak pasti ada. Karena memang kondisi keluarga sang penerima bantuan tersebut mengalami musibah. Karena sistemnya pinjaman, itulah yang harus bayar oleh si peminjam tersebut.

Untuk target, UMKM, Yesi menargetkan total UMKM baru yang meminjam untuk  modal usaha sebanyak 600 bidang usaha. Sedangkan 2022 sebanyak 1.000 UMKM. (Ully/Red).