CILEGON, SSC – Penderita Tuberkulosis (TB) di Kota Cilegon masih tinggi. Tingginya penyakit TB lantaran masih banyaknya ketidakpatuhan masyarakat untuk berobat secara teratur.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahaan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Niniek Harsono saat Sosisalisasi TB Resisten Obat (RO) dan Penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM)  di Aula Dinkes Cilegon, Kamis (20/6/2019).

Lebih jauh, Niniek menjelaskan, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang sampai saat ini masih belum ditemukan solusinya. Dari data yang dimiliki selama 2018, Dinkes mencatat ada sebanyak 1.276 kasus yang ditangani.

Meningkatnya kasus TB ini turut menjadi penghambat angka kesembuhan dan tingginya angka putus berobat. Secara langsung, kasus TB Resisten Obat juga meningkat.

“Inilah yang menjadi kendala bagi kami untuk menekan tingginya penyakit TB di Kota Cilegon. Para penderita TB harus mengikuti program pengobatan selama enam bulan. Jika penderita tidak mengonsumsi obatnya sekali, maka harus memulai program dari awal,” kata Niniek melalui siaran rilis yang diterima Selatsunda.com, Kamis (20/6/2019).

Niniek mengaku, kemunculan penyakit TB Resisten obat sudah menjadi ancaman untuk Indonesia. Dari tahun 2015-2018, kasus TB Resisten Obat di Cilegon mencapai 17 kasus. 4 orang masih dalam pengobatan, 5 orang dinyatakan sembuh, 2 orang default, pindah 2 orang dan meninggal dunia 4 orang. Sementara untuk TB Sensitif semua kasus di 2018 sebanyak 1.321 dengan angka kesembuhan sebesar 87 persen, meninggal dunia 65 orang, 32 orang default dan 76 pindah orang.

Untuk mengantisipasinya, beberapa langkah  dilakukan untuk mencegah penyakit TB. Salah satunya dilakukan dengan pemeriksaan bakteriologis melalui pemeriksaan laboratorium atau dengan melakukan tes cepat melokuletur (TCM) terdiagnosis klinis dan pemeriksaan penunjang lainnya.

“Saya berharap, kita dapat bersama-sama menekan dan memberantas tingginya penyakit TB di Kota Cilegon,” harapnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here