SERANG, SSC – Warga di Lingkungan Kaloran Pena tepatnya RT 01 RW 07, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang digegerkan dengan penemuan sebuah mortir di sebuah rumah kosong, Selasa (16/6/2020). Penemuan itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
Seorang warga yang pertama kali menemukan mortir, Sugiatno Sastra (67) menceritakan, awalnya mortir ditemukan secara tidak sengaja saat dirinya tengah membuang sampah. Saat itu, ia melihat ada besi yang menonjol di permukaan tanah.
“Saya tiap hari buang sampah, saya lihat disana ada nongol besinya. Saya kira plastik, ternyata dari besi,” ujarnya di lokasi.
Pasca penemuan, ia langsung memanggil warga lainnya untuk memastikan yang ditemukan mortir aktif atau tidak.
“Sepertinya itu mortir, tapi ga kelihatan. Saya nemu saya pegang, saya langsung panggil pak Didi. Kemudian digali sama pak Didi, diambil dan dibawa ke pak RT,” ungkap pria disapa Nano ini.
Sementara itu, Ketua RT 01, Dede Sudrajat (58) mengatakan, pihaknya pasca penemuan mortir langsung melaporkan ke Bhabinsa dan Babinkantibmas setempat.
“Setelah ditemukan pak Nano dan pak Didi, langsung kami laporkan ke berwajib,” tuturnya.

Dede mengutarakan, penemuan mortir tersebut baru pertama kali ditemukan dan menggegerkan warga di lingkungannya. Karena tidak menyangka, rumah tempat mortir ditemukan diatas bangunan zaman Belanda itu sudah lama tidak ditempati penghuni.
“Sontak warga setempat geger dengan penemuan ini. Kalau rumah ini sudah 15 tahun tidak ditempati, dan berganti yang punya sampai tida ada yang menempati,” paparnya.
Pantauan di lokasi, area mortir ditemukan telah dipasangi garis polisi dan diamankan TNI dan Kepolisian setempat. Tidak lama berselang, Tim Penjinak Bom Satbrimob Polda Banten langsung turun ke lokasi. Tampak tim langsung mengamankan mortir dimasukan ke tas pengaman dan dibawa ke Mako Satbrimob Polda Banten.
“Untuk sementara dibawa ke Mako Gegana dan selanjutnya kita akan disposalkan atau dihancurkan. Itu protabnya,” ungkap Pejabat Sementara (PS) Kanit 1 Subden 1 Brimob Polda Banten, Iptu Wahijan.
Kanit memperkirakan, mortir berukuran panjang sekitar 20 hingga 30 centimeter yang diduga masih aktif merupakan produk lama. Dalam pengamatan sementara, mortir belum diketahui tahun pembuatannya. Mortir tersebut, kata dia, kemungkinan produk persenjataan di zaman perang kemerdekaan.
“Ini mortir aktif, mortir lama. Dari casing-nya sudah jelas dari barang lama. Mungkin bisa juga iya (alat senjata zaman kemerdekaan), bisa juga tidak,” pungkasnya. (Ronald/Red)

