CILEGON, SSC – Gubernur Banten akan memanggil ratusan industri untuk membahas pengangguran di Banten.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten, Alhamidi mengaku, berdasarkan intruksi Gubernur Banten, Wahidin Halim, industri yang ada di Banten akan diundang ke KP3B untuk membahas tingkat pengangguran yang hingga saat ini masih tinggi.

“Kita (Pemprov Banten,red) akan memberikan surat undangan untuk industri dan perusahaan terkait pengangguran ini. Masalah pengangguran bukan hanya tanggungjawab provinsi atau kabupaten/kota, melainkan tanggungjawab industri dan perushaaan,” kata Alhamidi saat ditemui SSC usai Kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Pembinaan dan Pengawasan Gubernur di Aula DPRD Kota Cilegon, Rabu (9/5/2018).

Ia menuturkan, berdasarkan data yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, untuk pengangguran Banten pada 2017 lalu, mencapai 52.000 orang dan memungkinkan di 2018 akan mengalami lonjakan.

“Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2016 terkait Masalah Penyelenggaraan Tenaga Kerja dan ditindaklajuti Perda 9 Tahun 2018, setiap perusahaan wajib melaporkan perekrutan ke Disnaker,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim membenarkan akan memanggil semua industri dan perusahaan di Banten untuk membahas persoalan pengangguran di Banten. Bahkan, dirinya juga akan meminta pihak industri dan perusahaan untuk menerima tenaga siap pakai dan terampil.

“Jadi, konsep yang ditawarkan, tenaga yang memang yang udah siap pakai, langsung kita kirimkan ke masing-masing kota/kabupaten. Jikalau keterampilan belum sesuai keinginan perusahaan atau industri, kita minta waktu selama 1-2 tahun untuk bisa mengasah potensi mereka,” ujarnya.

WH menegaskan, agar pihak perusahaan benar-benar memperhatikan tenaga lokal dibandingkan tenaga kerja asing.

“Haruslah. Keberadaan industri harus bisa mengutamakan tenaga lokal. Tenaga lokal kita tidak jauh berbeda dengan tenaga asing. Bahkan, lebih berpotensi dan pengalaman dari TKA,” pungkasnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here