Suasana Industri di Kota Cilegon.(Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Perang dagang antara negara Amerika Serikat (AS) dengan China menjadi kekhawatiran para pelaku industri di Indonesia. Salah satunya industri penghasil nikel yang ada di Kota Cilegon yakni PT Growth Java Industry.

Direktur Utama PT Growth Java Industry, David Cornelius, Selasa (28/5/2019) mengatakan, perang dagang yang terjadi antara AS-China turut berdampak pada bisnis nikel di tanah air. Dampak perang itu, kata dia, mempengaruhi harga nikel dunia.

PT Growth Java Industri yang baru berganti nama dari PT Indoferro, sambung David, bisnisnya turut terdampak. Karena pangsa pasar dari produk nikel yang dihasilkan Growth Java lebih banyak diekspor ke negara China.

“(Pengaruh perang dagang) Dari sisi harga. Karena market terbesar dari kami ini kan China. China ini kan memproduksi produk lanjutannya untuk di ekspor negara amerika, eropa. Dengan dikenakan tarif yang lebih tinggi, permintaan jadi menurun,” ujar David kepada media.

Menurutnya, Harga nikel dunia saat ini cenderung turun akibat perselisihan dagang kedua negara itu. Karena harga mengikuti London Metal Exchange.

Harga yang turun. Kalau secara volume penjualan, nggak. Kalau secara volume penjualan, untuk NPI dari Indonesia itu relatif kecil untuk kebutuhan dunia, masih belum pengaruh. Tapi harga mengikuti yang di London, London Metal Exchange disana,” tuturnya.

Ia berharap, kondisi ini dapat berlalu seiring berakhirnya Penerapan Peraturan Menteri (Permen) No. 6/2017 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian. Di tahun 2021, diprediksi, bisnis nikel sudah membaik.

“Industri dalam negeri nikel sendiri juga, Permen itu akan berakhir 2021. Sehingga, akan ada perbaikan dalam hal biaya produksi. Harga jual selama 1 atau 2 tahun kedepan akan lebih baik. Demikian kalau terjadi, pilihan investasi dii nikel tidak salah,” paparnya.

“Kita berharap segera pulih lah. Tahun 2021 kedepan, diharapkan ada perbaikan,” sambung dia. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?