CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi menyoroti pencapaian retribusi triwulan I tahun 2018 di sejumlah OPD yang stagnan.

“Sekarang sudah masuk triwulan II.  Di triwulan I aja, pedapatan yang dikelola oleh OPD masih dibawah 20 persen Kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada trend penurunan yang luar biasa,” kata Edi kepada wartawan usai melakukan rapat koordinasi dengan OPD di ruang rapat Walikota Cilegon, Kamis (24/5/2018)

Edi mengaku kecewa sebab sejumlah OPD hanya berorientasi pada belanja pegawai dibandingkan  pendapatan.

“Jangan hanya napsu belanja kaya peribahasa lebih besar pasak daripada tiang.  Saya ingin mendorong semua OPD pengelola retribusi coba lihat angka berapa yang musti dia capai?” ujarnya

Edi berkilah lemahnya pendapatan retribusi ini tidak diperhatikan oleh pemerintah melainkan kinerja dari OPD yang memang dianggap lemah dalam mencapai pendapatan.

“Salah satu contoh saja, untuk retribusi sampah, armada sampah sudah ditambah, kontainer juga ditambah, pembuangan sampah di Bagendung udah bagus tuh, terus apa lagi? Kenapa harus stagnan?” kilah Edi dengan nada keras.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Dr Arriadna menbantah bila pencapaian di Dinas Kesehatan tidak melampaui target yang diharapkan.

“Data yang tadi itu salah. Saat ini aja pencapaian pendapatan udah mencapai 46,9 persen. Dan kita optimis, di 2018 pencapaian pendapatan mencapai Rp780 juta,” ujar Nana sapaan akrabnya.

Nana mengungkapkan, pada anggaran perubahan ini, Dinkes juga akan berupaya untuk bisa menembus angka Rp1 miliar yang didapatkan dari pendapatan dana non kapitasi BPJS (Badan Penyelengara Jaminan Sosial) Kesehatan.

“Kita sangat optimis pendapatan di 2018 ini bisa tembus Rp1 miliar,” ucapnya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here