Berita hoaks denda PSBB hingga Rp 500 ribu menyebar dan mulai meresahkan masyarakat Cilegon, Selasa (15/9/2020). Foto desaign grafis Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Polres Cilegon tengah memburu penyebar berita hoak tentang penerapan denda Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per orang. Informasinya, berita hoaks ini membuat resah masyarakat karena telah banyak menyebar di platform media sosial.

Diketahui, berita hoaks menyebar dalam file jpeg ini tertulis pengendara motor yang keluar diatas jam dua siang dikenakan denda Rp 300 ribu. Untuk pengendara roda empat denda Rp 500 ribu, naik angkot Rp 200 ribu dan tidak menggunakan masker Rp 150 ribu.

“Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim Cilegon (AKP Maryadi,red) untuk memburu siapa penyebar berita hoak tersebut,” kata
Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono kepada Selatsunda.com ditemui di Polres Cilegon, Selasa (15/9/2020).

Kapolres menambahkan, sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwal) Cilegon nomor 40 tahun 2020 dan Perwal 43 tahun 2020 tentang PSBB, penegakan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan hanya berupa sanksi sosial. Namun apabila ada sanksi denda mulai Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu,  kata dia, informasi tersebut adalah hoaks.

“Oh itu hoaks alias tidak benar. Kami meminta agar berita hoaks tersebut tidak ditanggapi lagi. Saya berpesan kepada seluruh masyarakat agar informasi hoak tersebut tidak lagi di share kembali. Apabila menerima berita hoaks angsung di delete,” tambah Kapolres.

Sementara itu, salah satu ASN Pemkot Cilegon Khairiyah mengatakan, dirinya menerima selembaran berita hoak tersebut dari tetangga rumahnya.

“Iyah resah banget. Padahal di perwal kan gak ada denda sampai Rp 500 ribu,” pungkasnya. (Ully/Red)