Kapolres Cilegon, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat diwawancarai sejumlah wartawan di Polres Cilegon,” Selasa (19/1/2020). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Satreskrim Polres Cilegon kembali menetapkan satu pelaku penambang pasir ilegal di Bojongera, Kabupaten Serang setelah sebelumnya menetapkan 4 tersangka yang menjadi penambang liar di wilayah Kabupaten Serang dan Cilegon. Pelaku ditetapkan karena diduga aktivitas penambangan yang dioperasikan tidak memiliki surat izin keruk.

“Minggu kemarin kembali telah menentapkan satu tersangka baru pelaku/pemilik penambang pasir karena tidak mampu menunjukan surat izin operasinya kepada petugas. Pelaku berada di Bojonegara, Kabupaten Serang,” kata Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana kepada awak media di Polres Cilegon, Selasa (19/1/2020).

Ia mengatakan, untuk total keseluruhan pelaku penambang pasir ilegal yang telah ditangani di Polres Cilegon sebanyak 5 pelaku. Dari total 5 pelaku, 3 pelaku dalam waktu dekat akan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Serang.

“Waktu itu kan Pak Kasat Reskrim Cilegon ( AKP Zamrul Aini,red) mengatakan ada 4 terduga. Empat orang ini kami tetapkan sebagai tersangka ditambah 1 pelaku baru dari Bojongera. Jadi total keseluruhan pelaku ada 5. Dari 5 pelaku ini, 3 pelaku akan sudah diproses oleh Kejari Kota Cilegon dan tinggal menunggu P21 aja,” katanya.

Kapolres menambahkan, sebelum terjadi kejadian bencana tanah longsor dan banjir bandan di Kabupaten Lebak, pihaknya telah melakukan penertiban terhadap keberadaan tambang ilegal yang berada di wilayah Hukrim (Hukum Kriminal) Polres Cilegon.

“Kita terus menyisisir para pelaku penambang pasir yang masuk wilayah hukum kriminal Polres Cilegon. Seperti yang ditegaskan oleh Pak Walikota (Edi Ariadi) Pemkot Cilegon tidak akan memberikan izin pengerukan tanpa ada IUP (Izin Usaha Pertambangan) dari Pemkot Cilegon,” tambah Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Zamrul Aini mencatat dari awal Desember 2019, Reskirm Cilegon telah mengantongi 33 penambang pasir di wilayah Hukum Polres Cilegon yang tidak mengantongi IUP.

“Ad 33 pemilik tambang pasir yang sudah kita kantongi namanya belum mengantongi IUP. Apabila mereka tidak mematuhi aturan tersebut, otomatis akan kami berikan saksi kepada mereka,” imbuhnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here