Pelaksanaan RAT (Rapat Anggota Tahunan) Koni Cilegon dengan seluruh cabor yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Rabu (24/4/2019). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Cilegon menerima 6 cabang olahraga (Cabor) sebagai anggota baru. Penerimaan cabor baru ini, berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun 2019 yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Cilegon, Rabu (24/4/2019). Keenam cabang olahraga diantaranya bola tangan, criket, pentaque, squash, selam dan kick boxing.

Cabang olahraga Koni Cilegon kini bertambah menjadi 48 anggota. Dimana sebelumnya berjumlah 42 anggota.

Demkian disampaikan Ketua Pelaksana RAT Koni Cilegon, Alwin Setiawan mengaku, sangat mengapresiasi adanya penambahan anggota baru. Masuknya 6 cabor baru ini, kata dia, akan memberikan dampak positif untuk dunia olahraga di Cilegon.

“Alhamdullilah antusias dari teman-teman cabor pun sangat tinggi. Ini terlihat dari kegitan RAT hari ini. Apalagi, dalam pelaksanaan RAT ini, ada 6 cabor baru masuk ke kita (Koni,red). Mudah-Mudah2n dengan keseriusan cabor baru ini, tentunya akan membantu memasarkan olahraga di Kota Cilegon,” kata Alwin kepada Selatsunda.com,” Rabu (24/4/2019).

Ia meminta, 6 cabor yang baru ini untuk serius memperkenalkan kepengurusan olahraga tersebut. Adapun untuk jangka pendek yang bakal dilakukan dengan menyelenggarakan RAT dan Bintek (bimbingan teknis).

“Kita tekankan lagi, agar cabor baru ini bisa serius untuk memasarkan olahraga. Dengan pemasaran olahraga ini, tentunya akan berdampak untuk Kota Cilegon,” tungkasnya.

Sementar itu, Wakil Ketua I Bidang Organisasi Koni Cilegon, Irfan Hakim, mengaku sangat terbuka dengan masuknya keanggotaan 6 cabor baru di Koni Cilegon. Menurutnya, bergabungnya cabor baru itu dianggap sebagai suatu kemajuan olahraga di Cilegon.

“Dari kami (Koni) sangat terbuka keberadaan keinginan teman-teman baru. Dengan masuknya mereka itu, tentu akan terlihat perkembangan olahraga di Cilegon sudah semakin maju,” ucap Irfan.

Ia berharap, kepengurusan bisa langsung bergerak dalam pengenalan dan sosialisasi. Setelah melewati 1 tahun, masing-masing pencab dapat mulai melakukan pembinaan.

“Mulai dari sekarang, secara de facto,mereka sudah mulai bergerak untuk melakukan pembenahan internal di organisasi tersebut. Selanjutnya, di 2020 mereka (cabor) sudah masuk dalam konsep manajerial dalam bentuk pembinaan,” tungkasnya. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?