CILEGON, SSC – Rotasi dan mutasi jabatan masih menjadi keputusan yang ditunggu-tunggu ASN di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Cilegon. Pelaksanaannya sempat disampaikan Walikota Cilegon, Edi Ariadi akan diputuskan setelah pemilu 2019. Kali ini, ASN menunggu kembali kebijakan yang akan diambil orang nomor 1 di Cilegon itu.

Walikota Edi yang dikonfirmasi mengenai itu mengatakan, akan memprioritaskan rotasi mutasi di tingkat Eselon III dan IV. Itu akan lebih dulu diprioritaskan karena mempertimbangkan perpindahan pegawai (demosi) dari suatu jabatan di organisasi ke jabatan yang lebih rendah.

“Yang kita pikirkan gimana pegawai yang terkena demosi ini memiliki jabatan. Kan banyak tuh. Jadi, eselon III dan IV dulu yang lebih kita prioritaskan terlebih dulu dibandingkan dengan open bidding,” ungkapnya, Rabu (24/4/2019).

Kapan pelaksanaannya, Edi tak membeberkan lebih jauh. Namun prioritas itu akan lebih dulu diputuskan daripada pengisian jabatan eselon II.

“Nanti kita lakukan,” ucapnya.

Baca : Soal Rotasi dan Mutasi, Baperjakat Cilegon Akui Sulit Tentukan Pegawai yang Didemosi

Sementara, Sekretaris Baperjakat Kota Cilegon, Mahmudin mengaku, Baperjakat masih sulit melakukan mutasi dan rotasi pegawai dengan pertimbangan penempatan ASN yang terkena demosi masih terkendala beberapa hal.

“Sekarang yang menjadi kesulitan yang kita hadapi ini gimana pegawai yang di demosi bisa diselamatkan. Karena, enggak mungkin pegawai yang terkena demosi tidak kita selamatkan,” kata Mahmudin.

Sekiranya, katacdia, ada sekitar 90 ASN yang terkena imbas penghapusan UPT serta 44 ASN lain terkena demosi BPBJP Kota Cilegon.

“Saya memang ingin sekali segera mengisi kekosongan jabatan. Tapi kan ada penghapusan UPT dan Demosi. Itu perlu dipikirkan dulu,” tambahnya.

Selain imbas penghapusan UPT dan demosi, lanjutnya, ada sekitar 80 pegawai yang promosi dari eselon IV ke III. Sementara, slot jabatan dibutuhkan hanya 10 orang. Sementara, untuk staf naik ke eselon IV sebanyak 200 orang sedangkan yang dibutuhkan sekitar 80 orang. Kondisi itulah, kata dia, mutasi dan rotasi tidak mudah dilalukan dan harus berhati-hati untuk memutuskannya.

“Nanti kita akan lihat bagaimana dedikasinya, moralitasnya? Atitude ya? Ketika, semua itu bisa terlihat maka, muncullah rangking. Ketika rangking itu bagus dan assesment bagus maka di tempatkan lah pegawai itu ke dinas tersebut. Tapi prinsipnya, jabatan seorang bawahan tidak boleh lebih tinggi dari atasannya. Karena, ketika jabatan bawahannya lebih tinggi dari atasannya, maka ketika harus naik pangkat itu akan menyulitkan kami juga,” papar Mahmudin. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here