Ilustrasi (Foto Istimewa)

CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencacat selama Januari hingga Agustus 2021 sebanyak 1.163 atau 63,08 persen balita di Kota Cilegon terserang penyakit paru-paru basah atau Pneumonia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Ratih Purnamasari mengatakan, pada 2020 lalu, angka penderita penyakit pneumonia hanya 928 orang. Namun, pada 2021 naik 100 persen menjadi 1.163 orang.

“Memang sejak Januari hingga Agustus 2021, tingkat penderita paru-paru basah mengalami peningkatkan yang luar biasa bagi balita. Penyakit ini juga dapat berakibat kematian pada balita,” kata Ratih kepada Selatsunda.com usai ditemui di Kantor DPRD Cilegon,” Jumat (7/10/2021).

Ia menjabarkan, dari 8 kecamatan di Kota Cilegon, kasus penyakit pneumonia tertinggi berada di Kecamatan Jombang 216 balita. Kemudian diikuti Kecamatan Ciwandan sebanyak 125 bbalita dan Kecamatan Cilegon 108 balita.

Baca juga  Hingga Triwulan III 2021, Kinerja Bank Bjb Tumbuh Positif

Kata Ratih, penyakit ini disebabkan oleh batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas.

Untuk mengantisipasi penyakit tersebut, pihaknya meminta agar orang tua wajib memantau kesehatan anaknya khususnya untuk anak usia balita. Karena jika penyakit yang menyerang paru-paru ini terlambat ditangani maka bisa berdampak kepada kesehatannya.

“Orang tua harus tahu gejalanya dan deteksi dini anaknya. Cara yang paling mudah mendeteksinya yakni yakni menghitung napas balita yang rata-rata 60 kali/menit. Selain itu, periksa kondisi suhu tubuh anak serta cairan yang keluar dari mulut maupun hidungnya,” terangnya.

Selain itu, orang tua juga diminta agar menjauhkan anak dari asap rokok, melakukan progam hidup bersih dan sehat (PHBS) serta memberikan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

Baca juga  Truk Tangki Air Minum Tabrak Rumah Makan dan Bengkel di Merak, Sopir Tewas Ditempat

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cilegon Muhammad Ibrohim Aswadi mengaku kaget dengan tingginya angka penderita penyakit paru-paru basah. Dengan kondisi ini, ia mendesak agar Dinkes Cilegon untuk terjun langsung memastikan kondisi balita di Cilegon.

“Saya mendorong agar Dinkes Cilegon lebih pro aktif dan terjun langsung mengecek ke setiap puskesmas untuk memastikan balita di Cilegon tak menderita penyakit ini. Bila perlu, kami minta Dinkes Cilegon berikan bantuan langsung kepada para penderita tersebut,” jelasnya. (Ully/Red)