CILEGON, SSC – Sebanyak ribuan pemilih pemula di Kota Cilegon terancam akan kehilangan hak pilih pada Pemilu 2019 mendatang. Hal ini diketahui lantaran hingga saat ini pemilih pemula masih belum melakukan perekaman e-KTP.
Kepala Dinas Kepedudukan dan Pencatatan Sipil (DKCS) Kota Cilegon, Soleh menyatakan, sekitar 3.000 pemilih masuk dalam kategori pemilih yang belum memiliki e-KTP. Untuk mengantisipasi persoalan ini, DKCS terus melakukan jemput bola menyasar ke berbagai sekolah melakukan perekaman.
“Dari jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) lebih dari 200 ribu, sebanyak 3.000 pemilih pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP. Banyaknya pemilih pemula yang belum memiliki KTP, kami (DKCS,red) terus melakukan perekaman ke sekolah-sekolah di Kota Cilegon,” kata Soleh kepada Selatsunda.com usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula DPRD Kota Cilegon,” Selasa (9/10/2018).
Ia menargetkan, perekaman terhadap seluruh pemilih pemula dapat diselesaikan akhir desember 2018. Hal itu dilakukan supaya pemilih pemula dapat menggunakan hak pilih saat Pileg dan Pilres.
“Kita targetkan Desember 2018 ini semua pemilih pemula sudah memiliki KTP,” ujarnya.
Soleh mengaku, untuk melindungi hak pemilih, DKCS juga hampir setiap bulan, melaporkan data warga yang meninggal dunia ke KPU Cilegon. Data mulai Januari hingga September terdapat sekitar 158 warga yang tercatat meninggal dunia.
“Hampir setiap bulannya kita laporkan ke KPU untuk data warga yang meninggal ini. Bagaimana prosesnya kedepan, itu tergantung dari pihak KPU. Pemberian data warga yang telah meninggal dunia ke KPU ini, sebagai bentuk melindungi hak pilih di Cilegon,” urainya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengungkapkan, identifikasi data jumlah pemilih pemula dinilai penting untuk dilakukan. Untuk menyesaikan persolan pemilih pemula yang belum terekam e-KTP, lanjutnya, KPU dan DKCS Cilegon akan terus melakukan koordinasi.
“Tentu kita (KPU Cilegon) akan melakukan koordinasi dengan pihak DKCS dalam hal ini. Kita akan kerja keras untuk membantu DKCS dalam menyelesaikan persoalan ini. Di samping menyelesaikan persoalan data pemilih pemula, kita juga akan bekerja untuk menghapus data warga yang telah meninggal dunia,” paparnya. (Ully/Red)

