Pemkot Cilegon menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Hotel Grand Mangku Putera Cilegon, Jumat (27/7/2018). Foto Ronald Siagian/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon mulai mempercepat proses untuk memulai pembangunan Pelabuhan Warnasari. Salah satu langkah yang ditempuh akan menyerahkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 10 dari 45 hektar kepada Kantor KSOP Banten sebagai syarat Perjanjian Konsesi.

Hal itu disampaikan Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi usai membahas hasil Audit Pertanggungjawaban Zamhari Hamid mundur sebagai Direktu Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri di Ruang Sakura, Hotel Grand Mangkuputera Cilegon, Jumat (27/7/2018).

Lebih rinci disampaikan Plt, Pemkot akan segera menyelesaikan pemecahan Sertifikat HPL Warnasari yang akan dikonsesikan. Langkah percepatan itu akan dilakukan simultan dengan revisi Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang diajukan KSOP Banten ke Kementerian Perhubungan.

“(KSOP) Minta (Penyerahan HPL) segera, jadi pararel dengan RIP yang KSOP Kerjakan. KSOP itu kan akan merubah Rencana Induk Pelabuhan di Banten, termasuk ada dua BUP yang masuk juga daerah kerja dia. Termasuk PCM. Jadi semua BUP itu bersatu membuat RIP yang diminta KSOP, ” terangnya.

Pemkot, kata Edi, memproyeksikan pemecahan sertifikat HPL warnasari sudah dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Sehingga konsesi juga akan dapat dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Diketahui saat ini, pemecahan atau splitshing sertifikat lahan warnasari tengah dinilai Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hasil appraisal itu nantinya akan dimohonkan ke Badan Pertanahan Nasional untuk pemecahan sertifikat.

“Maksimal agustus RIP jadi, sama konsesi juga harus akan agustus jadinya. Insya Allah, KJPP juga diminta cepat kok, cuman ngitung lahan 10 hektar saja, masak harus berbulan-bulan, ” terangnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here