CILEGON,  SSC – Pemerintah Kota Cilegon bersama jajaran PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) melakukan pertemuan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten,  Senin (9/7/2018). Pertemuan itu membahas tentang tindak lanjut proses perijinan rencana pembangunan Pelabuhan Warnasari.

Kepala KSOP Banten,  Yefri Medison mengatakan,  pihaknya turut memberikan banyak masukan kepada Pemkot Cilegon  mengapa ijin untuk dimulai pembangunan pelabuhan belum dikeluarkan. Ijin itu dikeluarkan jika pemkot dan KSOP telah  melakukan perjanjian konsesi.  Supaya konsesi dapat diperjanjikan,  pemkot diminta terlebih dahulu memecah sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Warnasari seluas 10 dari 45 hektar lahan yang dikerjasamakan.

“Kita hanya menunggu dari pemkot penyerahan HPL.  Kalau itu belum dilakukan, kita belum dapat melakukan konsesi. Jadi nanti itu (sertifikat 45 hektar) dipecah dahulu. 10 hektar (untuk pembangunan pelabuhan warnasari) itu nanti di konsesikan oleh badan usaha pelabuhan,” ungkapnya.

Setelah sertifikat HPL diserahkan, papar Yefri,  KSOP akan memasukan dokumen itu ke dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Banten sebagai salah satu syarat konsesi. Dengan dokumen itu dan syarat dokumen yang lain dipenuhi, ijin untuk dimulai pembangunan dapat dikeluarkan Kemenhub RI.

“RIP kan sesuai dengan yang dikonsensikan. Jadi berapa yang dikonsesikan,  itu yang dimasukan di dalam RIP. Jadi misalnya 10 hektar nih nanti akan dibangun apa, itu terserah. Nanti Warnasari mau bangun apa (sisa 35 hektar),  tidak masalah. Kecuali kegiatan pokoknya yang di 10 hektar tadi,” paparnya.

Terkait RIP yang kerap direvisi sebagaimana banyaknya perusahaan yang mengajukan pembangunan pelabuhan,  dermaga dan jetty seperti yang diajukan pemkot membangun pelabuhan warnasari,  hal itu tidak dibantah Yefri.  Agar RIP tidak berubah-ubah,  maka pihaknya akan mengumpulkan Badan Usaha Pelabuhan yang ada di Banten untuk membahas itu dengan segera.

“Makanya saya akan mengundang semua (Badan Usaha Pelabuhan).  Kita akan rapat bersama dan kita putuskan tidak ada perubahan. BUP di Banten kan ada sekitar 6 atau 7, kita akan rapat bersama.  Kita putuskan setelah itu tidak ada lagi perubahan,  RIP-nya naik.  Setelah itu, lima tahun kedepan baru kita review kembali,” tandasnya.

Sementara itu,  Plt Walikota Cilegon,  Edi Ariadi mengatakan,  pemkot mengapresiasi saran dan masukan KSOP Banten.  Untuk mendapatkan ijin pembangunan pelabuhan dari sisi laut tidaklah sulit. Namun terdapat beberapa tahapan yang harus ditempuh memperjanjikan konsesi sebagai syarat mendapatkan ijin pembangunan pelabuhan warnasari.

“Kita appraisal dulu yang kita kerjasamakan.  Misalnya yang akan kita bangun 10 hektar,  itu di appraisal sama KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik). Nanti direview oleh BPKP, untuk menentukan besaran konsesi. Dan itu kita tidak perlu nunggu pelabuhan yang udah jadi dan sebagainya. Cukup tanah yang 10 hektar saja yang dikonsesikan. Nanti kalau sudah bangun dermaga,  pasang sarana san prasarananya,  kan nanti dihitung nilai investasi yang berubah,” ujar Plt.

Edi menyebutkan,  pihaknya disarankan untuk tidak mudah mengubah dokumen pembangunan jembatan dermaga (trestle) yang sebelumnya dikabarkan diubah dari 700 meter menjadi 1,2 kilometer.  Hal itu, kata Edi,  turut berpengaruh dengan RIP yang diajukan KSOP.

“Kita diberikan arahan,  kalau sudah itu,  ya itu saja.  Jangan berubah-berubah lagi. Karena proses RIP itu makan waktu yang lama dan panjang.  Yang tadinya 700 meter dirubah jadi 1,2 kilometer, trestle-nya. Ya sebetulnya ada kerugian waktu itu,” tuturnya.

Hingga saat ini selain perijinan di sisi laut,  kata Edi,  pemkot tengah mengurus perijinan disisi darat dimana hal itu turut berkaitan dengan Amdal yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI.  Setelah dua persysratan itu lengkap,  harap Edi, ijin untuk memulai pembangunan dapat diterbitkan.

“Konsesi dahulu, untuk mempercepat.  Semua kan sedang berposes, amdal sedang berproses.  HGB diatas HPL sudah,  tinggal aprraisal,  FS Sudah. Mudah-mudahan cepat lah dibantu pak Yefri,” harapnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here