Simulasi tanggap bencana GAK meletus dan tsunami diperagakan personel gabungan saat di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Jumat (16/10/2021). Foto Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Banten meletus. Kejadian ini pun mengakibatkan gelombang tsunami dengan ketinggian 3,6 meter. Akibat kejadian ini, ratusan warga di Banten menjadi korban.

Pada kejadian itu, warga yang berada di sekitar Pelabuhan Indah Kiat, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon berhamburan keluar rumah dan berusaha menyelematkan diri. Kondisi saat itu pun semakin mencekam.

Pemerintah kemudian menetapkan status tanggap darurat dan diberlakukan operasi Selayar 21. Komandan Satgas SAR yang saat itu mendapat informasi terjadi tsunami langsung menerjunkan helikopter untuk memantau situasi dari udara.

Selain itu, Kapal Republik Indonesia (KRI) dan kapal patroli lainnya yaitu KRI Teluk Sibolga 536, KAL Anyer, Patkamla Panaitan, Patkamla Badak, KN 333 KPLP, KN 530 KPLP dan Rhib Basarnas yang saat itu sedang berlayar langsung dikerahkan turun ke lokasi.

Baca juga  Tembok Penahan Tanah di Cupas Kulon Grogol Ambrol

Terlihat, Patkamla Panaitan sandar di dermaga Pelabuhan Indah Kiat mengevakuasi korban. Tim kesehatan kemudian membantu untuk mengevakuasi korban. Korban luka dan meninggal dunia, langsung dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon untuk mendapatkan pertolongan medis.

Tampak juga Kpal Rhib Basarnas tiba ke dermaga mengevakuasi korban tsunami yang ada di Pulau Tempurung.

Diketahui, kejadian tersebut merupakan simulasi atau latihan tanggap bencana yang digelar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Jumat (15/10/2021).

Panglima Koarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah mengatakan, latihan penaggulangan bencana tersebut melibatkan beberapa pihak, seperti Kepolisian, Pemerintah Daerah Cilegon, Basarnas, PMI, KSOP Banten, unsur lainnya dan juga masyarakat sekitar.

Baca juga  Komunitas Difabel di Cilegon Butuh Perda Pelindungan Disabilitas

“Latihan gabungan ini disimulasikan terjadi bencana tsunami yang bisa diprediksi. Kita melakukan pelatihan penaggulangan bencana dengan tepat dan cepat,” katanya kepada awak media ditemui di Pelabuhan Indah Kiat Merak.

Ia menyatakan, latihan selain meningkatkan kesiapsiagaab menghadapi kotijensi bencana alam juga dalam rangka mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana yang ada. Dengan begitu diharapkan antisipasi tanggap bencana sudah dipersiapkan jika terjadi bencana sewaktu-waktu.

“Ketika ada bencana kita sudah siap apabila terjadi bencana seperti ini,” pungkasnya. (Ully/Red)