20.1 C
New York
Rabu, Maret 11, 2026
BerandaPemerintahanTerima Aduan Soal SPMB, DPRD Cilegon Beri Catatan ke Dindik

Terima Aduan Soal SPMB, DPRD Cilegon Beri Catatan ke Dindik

-

CILEGON, SSC – DPRD Kota Cilegon menerima aduan dan keluhan dari orangtua yang anak mereka tidak lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili. Hal ini diketahui saat orangtua bertemu dengan Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy di DPRD Cilegon, Senin (30/6/2025) pagi.

Dalam pertemuan itu, orangtua menyampaikan persoalan anak mereka yang tidak diterima masuk sekolah jalur domisili. Menurut mereka, jalur zonasi dianggap mengedepankan jumlah nilai calon murid baru yang tidak sesuai dengan tujuan awal yakni domisili.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy pun menanggapi keluhan yang disampaikan orangtua yang anak mereka tak lolos SPMB. Para orangtua menyesalkan jalur domisili yang diterapkan oleh pemerintah. Yang mana, murid yang jarak rumahnya tidak jauh dari sekolah justru tidak lolos SPMB jalur domisili.

“Sebenarnya kami sudah sampaikan ke Dinas Pendidikan Cilegon akan kondisi para siswa yang tidak masuk jalur zonasi. Kami pun sempat mempertanyakan apa upaya mereka (Dindik) maupun Pemkot Cilegon dengan kejadian seperti ini. Dari pihak Dindik Cilegon, jika mereka sudah membuat permohonan ke Kementerian Pendidikan terkait para siswa yang tidak masuk jalur zonasi tersebut,” kata Fauzi kepada Selatsunda.com ditemui di DPRD Kota Cilegon, Senin (30/6/2025).

Fauzi pun mempertanyakan ke Dindik Cilegon, solusi apa yang akan dilakukannya agar para siswa yang tidak lolos jalur zonasi agar bisa diterima di sekolah yang diinginkan.

“Apakah memungkinkan siswa yang tidak diterima jalur zonasi bisa diterima di sekolah tersebut? atau ada cara lain yang bisa dilakukan oleh Dindik Cilegon agar tahun depan tidak terulang kembali?,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan tersebut harus dievaluasi. Salah satunya dengan cara menambah ruang kelas sehingga bisa menjembatani para siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah bisa diterima di jalur domisili.

“Tadi para orangtua ini pun menyampaikan aspirasinya jika mereka sangat kesulitan mencari sekolah swasta karena di lingkungan mereka tinggal tidak ada. Jadi harapan orang tua dan kami pun bagaimana bisa menambah jumlah kelas sehingga anak-anak ini bisa diterima sekolah pembukaan pendaftaran anak sekolah,” jelas Fauji.

Politisi Partai Gerindra berharap, ada hasil yang baik dari Kementerian Pendidikan untuk para siswa yang tidak masuk jalur domisili.

“Harapan kita dan orang tua siswa agar ada hasil yang terbaik.  Kalau misalkan katakanlah dari Kementerian Pendidikan menyetujui mereka bisa masuk. Tapi kalau tidak bisa ada solusi yang terbaik dari kondisi ini,” pungkasnya. (Ully/Red)

 

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen